KUNJUNGAN KERJA MENHUB DI KOTA TASIKMALAYA

Pasca kunjungan kerja di Pangandaran, pada hari Sabtu, 12 Nopember 2016, dengan menggunakan Pesawat Kemenhub PK-CAO, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bersama rombongan tiba di Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, untuk melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka optimalisasi Lanud Wiriadinata menjadi bandara sipil. Setibanya di Lanud Wiriadinata sekitar Pukul 14.30 WIB, Plt. Walikota Tasikmalaya, H. Abas Basari menyambut dan mengalungkan bunga kepada Menteri Perhubungan RI, diiringi tarian tradisional Sunda sebagai bentuk upacara penyambutan.

Pasca upacara penyambutan, Menteri Perhubungan RI menuju ruang pertemuan di area Lanud Wiriadinata untuk mendapatkan paparan berkenaan optimalisasi Lanud Wiriadinata menjadi bandara sipil. Dalam kata sambutannya, Plt Walikota Tasikmalaya, H. Abas Basari menyampaikan kronologis optimalisasi Lanud Wiriadinata sebagai bandara yang melayani penerbangan sipil, sejak tahun 2004. Selanjutnya Kepala Dishubkominfo, H. Aay Zaeni Dahlan menyampaikan paparan teknis berkaitan upaya yang telah dilaksanakan. Selepas paparan, dengan menggunakan kendaraan dinas Pemkot Tasikmalaya, Menteri Perhubungan RI dan rombongan meninjau landasan ke arah run away 33 dan dilanjutkan dengan pengecekan keberadaan depo pertamina di arah run away 15.

Pasca peninjauan lapangan Menhub memberi komentar didepan para wartawan  “Ternyata Lanud ini sudah cocok dan memenuhi standar untuk dipakai penerbangan komersil”. Mengenai kelengkapan syarat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Plt. Walikota Tasikmalaya dan Danlanud untuk segera melengkapinya seperti pemadam kebakaran, X-ray dan penyusunan organisasi. Menurutnya, landasan Lanud Wiriadinata sudah cukup baik, namun perlu dilengkapi termasuk panjang landasan dan saat ini pihak Kementerian Perhubungan baru akan memberikan izin untuk jenis pesawat maksimal ATR-72.

DISHUBKOMINFO MENGGELAR SEMINAR TENTANG PITA LEBAR

Rabu, 9 Nopember 2016, pukul 09.00 WIB, bertempat di Krakatau Ballroom Hotel Horison, Jl. Yudanegara No.63, Tasikmalaya diselengarakan seminar oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, sebagai bagian dari kegiatan perencanaan pembangunan sarana utilitas saluran serat optik bersama bawah tanah (ducting perkotaan). Tema seminar yang diambil adalah “Penyedian Infrastruktur Pitalebar Untuk Mendukung Peningkatan Daya Saing Kota Tasikmalaya”.

Seminar diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, laporan panitia pelaksana oleh Sekretaris Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, serta sambutan dan pembukaan oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya. Seminar tersebut dihadiri sekitar 135 orang utusan SKPD dan kelurahan lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya; menghadirkan tiga narasumber, yakni Direktur Pengembangan Pitalebar Direktorat Jendral Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo RI yang diwakili Kepala Seksi Evaluasi Infrastruktur Telekomunikasi Pitalebar, Ary Budi Sulistyo; Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), Gerry Firmansyah; dan Direktur Utama Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika, Jamuri. Tujuan seminar diantaranya memberikan pemahaman kepada peserta tentang pitalebar dan mensosialisasikan program kerja Pemerintah Kota Tasikmalaya di sektor telekomunikasi dan informatika.

Pembangunan pitalebar (broadband) sangat relevan dengan visi Indonesia Tahun 2025 sebagaimana dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Tahun 2011-2025. Dalam upaya meraih sebagai negara dengan pendapatan tinggi pada tahun 2025, dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya pitalebar menjadi hal penting. Pengembangan Pitalebar nasional harus dilakukan untuk meningkatkan daya saing nasional dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pola pembangunan yang inovatif, komprehensif, dan terintegrasi sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan ekosistem pitalebar Indonesia dan mengejar ketertinggalan dari negara lain, oleh sebab itu diperlukan terobosan pola pembangunan TIK di Indonesia. Dalam hal ini, Pemerintah telah menyusun Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) Tahun 2014-2019 untuk memberikan arah dan panduan bagi percepatan perluasan pembangunan pitalebar di Indonesia yang komprehensif dan terintegrasi dengan menggunakan sumber daya secara efisien.

Pembangunan pitalebar di Kota Tasikmalaya berorientasi kepada ekosistem yang mencakup seluruh aspek baik penyediaan prasarana, penggunaan dan adopsi, maupun pengembangan sumber daya manusia secara komprehensif dan terintegrasi dengan menggunakan sumber daya antara lain dark fiber, pipa, tiang, menara, dan pendanaan secara efisien. Kota Tasikmalaya dituntut menjadi Smart City sebagaimana Smart City lainnya di dunia. Satu diantara indicator Smart City adalah tersedianya infrastruktur pitalebar yang mudah, efisien dan maksimal dijangkau publik. Kota Tasikmalaya harus menyediakan infrastruktur pitalebar yang dapat digunakan oleh pemerintah maupun swasta. Untuk itu Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya  sedang melaksanakan kegiatan Detail Engineering Design (DED) Pembangunan Infrastruktur Pitalebar Kota Tasikmalaya guna memenuhi kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Berbicara infrastruktur pitalebar, berarti berbicara serat optik sebagai media transmisi telekomunikasi, dimana ruang/tempat serat optiknya berada pada ducting (pipa bersama) sehingga tidak menimbulkan kesemrawutan yang sangat mengganggu estetika kota dan membahayakan keselamatan. Semoga Kota Tasikmalaya sebagai Smart City dapat segera terwujud. (Reporter: Juwita Henning Pratiwi)

PELATIHAN PENGELOLAAN WEBSITE BAGI ASN SKPD/KELURAHAN

Website berfungsi sebagai media informasi, komunikasi, pendidikan, promosi dan pemasaran. Dalam Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government , pembuatan website merupakan strategi ke 6. Strategi ini merupakan tingkat pertama dari empat tingkatan dalam tahapan pengembangan e-Government di Indonesia (webpresence, interaction, transaction dan transformation / integration) dengan sasaran agar masyarakat mudah memperoleh akses informasi dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan demokrasi menggunakan media internet.

Merujuk pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, website Pemerintah Daerah dan SKPD dapat digunakan sebagai media untuk menyebarluaskan informasi publik yang wajib disediakan dan diumumkan oleh badan publik secara berkala, serta dapat diperoleh setiap pemohon informasi publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana.

Dishubkominfo Kota Tasikmalaya yang memiliki tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika, tentu punya kewajiban mengelola media informasi dan komunikasi masa kini yaitu website; termasuk didalamnya meningkatkan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan pengelolanya.

Pada hari Rabu dan Kamis tanggal 2 dan 3 Nopember 2016 bertempat di Aula LPSE Lantai 1 dan 2, Kompleks Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, bidang Kominfo menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan website resmi SKPD/ Kelurahan di lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya. Menurut salah seorang panitia bagian registrasi, peserta pelatihan kali ini berjumlah 120 orang yang berasal dari SKPD / kelurahan dan dari Dishubkominfo; mereka adalah para pengelola website pada domain tasikmalayakota.go.id dan sub domainnya.

Diharapkan melalui pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan aparatur sipil negara (ASN) SKPD / kelurahan agar mampu mengelola informasi dengan akurat dan informatif serta mampu meng-upload-nya sehingga pengelolaan websitenya berjalan optimal. (Reporter: Juwita Henning Pratiwi)

PENYEBARLUASAN INFORMASI MELALUI PERTUNJUKAN RAKYAT

Minggu, 30 Oktober 2016, bertempat di lokasi Car Free Day (CFD),  Jl. HZ. Musthofa; Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan penyebarluasan informasi melalui pertunjukkan rakyat. Kegiatan ini di adopsi dari daerah yang sudah relatif maju dalam hal penyelenggaraan acara seperti ini seperti Karawang, dan merupakan kali kedua setelah pertama kalinya digelar di lokasi yang sama pada tanggal 8 Nopember 2015.

Tepat di samping tugu Adipura, Jl. KHZ. Musthofa, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menyediakan sebuah panggung untuk digelarnya pertunjukan rakyat. Grup pelestari budaya Sunda, Medal Gema menyajikan lawakan dan lagu khas Sunda yang diiringi calung (alat musik dari bambu); serta tarian kreasi Sunda dari grup Rangga Setra.

“Acara ini digelar oleh Dishubkominfo Kota Tasikmalaya dalam rangka peringatan Harhubnas (Hari Perhubungan Nasional) yang jatuh pada tanggal 17 September, Peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang jatuh pada 17 Oktober dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober,” papar Kasi Diseminasi Informasi Publik, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, Aris Wanrisna.

Ternyata pertunjukan rakyat ini disambut antusias warga peserta CFD, karena menjadi ajang hiburan pelepas penat dan sarana diseminasi / penyebarluasan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta terciptanya sinergi baik antara pemerintah dengan seniman dan masyarakat umum.

Disamping menyuguhkan hiburan karya seni putra daerah juga sebagai wadah pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyampaikan informasi atau sosialisasi. Menjelang pilkada serentak 2017, pada kesempatan pertunjukan rakyat kali ini, KPUD Kota Tasikmalaya yang diwakili Komisioner Hotum Hotimah S.Ag menyampaikan sosialisasi dari mulai waktu pelaksanaan pilkada serentak, tata cara kampanye, sampai dengan pengenalan calon Walikota beserta calon Wakil Walikota Tasikmalaya, dibumbui kuis untuk penonton sebagai bagian sosilisasi yang bersifat menghibur. Selain dari KPU Kota Tasikmalaya, Suparman dari Samsat Kota Tasikmalaya menyampaikan informasi tentang perpajakan kendaraan, diantaranya informasi gratis bea balik nama kendaraan dan pembayaran pajak lewat mesin ATM.

Aris berharap, kehadiran panggung rakyat tersebut selain dalam upaya pelestarian seni budaya daerah yang bersifat menghibur, juga sarana penyampaian informasi program pemerintah yang bisa langsung diserap oleh masyarakat, “Momen car free day dianggap saat yang tepat untuk panggung pertunjukan rakyat,”pungkasnya. (reporter : Juwita Henning Pratiwi)

PASCA SOSIALISASI & PEMBENTUKAN DILANJUT PEMBINAAN KIM

Kelompok Informasi  Masyarakat (KIM) adalah kelompok yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat, secara mandiri dan kreatif mengelola informasi dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan nilai tambah / kesejahteraanya. KIM aktif mengelola dan menyebarkan informasi secara swadaya, sebagai wahana desiminasi informasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pada tahun 2013, KIM di Kota Tasikmalaya dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dishubkominfo di 10 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya yaitu di Kel. Tawangsari (Kec. Tawang); Setiaratu (Cibeureum), Tamanjaya (Tamansari), Cigantang (Mangkubumi), Sukajaya (Purbaratu), Nagarasari (Cipedes), Parakannyasag (Indihiang), Sukamulya (Bungursari), Nagarawangi (Cihideung), Kersamenak (Kawalu).

Pada tahun 2015, dibentuk 10 KIM lagi di 10 kelurahan yaitu di Kel. Empangsari (Tawang), Awipari (Cibeureum), Sumelap (Tamansari), Mangkubumi (Mangkubumi), Sukanagara (Purbaratu), Sukamanah (Cipedes), Indihiang (Indihiang), Sukarindik (Bungursari), Argasari (Cihideung), dan Talagasari (Kawalu). Dengan demikian, sampai dengan tahun 2015 telah terbentuk 20 KIM di 20 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya.

Pada tahun 2016, mulai bulan Maret s.d. September, secara marathon dilakukan sosialisasi dan pembentukan KIM di kelurahan-kelurahan yang belum memiliki KIM. Peserta sosialisasi pembentukan KIM di tiap kelurahan berbeda, biasanya mereka berasal dari para ketua RT / RW, kader posyandu, pengurus LPM, BKM, MUI, aktivis di kelurahan, dll.

Materi sosialisasi adalah pengenalan KIM termasuk dasar hukum keberadaan KIM yaitu Permenkominfo No.17/P./M.KOMINFO/03/2009 tentang Desiminasi Informasi Nasional oleh Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota, Permenkominfo No.08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pengembangan Lembaga Komunikasi Sosial, dan Permenkominfo No.22/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kominfo di Kabupaten/Kota.

Peran KIM itu sendiri diantaranya, mewujudkan masyarakat “melek informasi”; memberdayakan masyarakat agar pandai memilah dan memilih informasi yang bermanfaat dan dibutuhkan; mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antar masyarakat dengan  pemerintah maupun pihak lain; menghubungkan kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya, mewujudkan kebersamaan, persatuan, dan kesatuan.

Sementara fungsi KIM adalah wahana informasi – komunikasi, jembatan bagi anggotanya untuk bertukar informasi; wahana perubahan masyarakat, memberdayakan masyarakat agar memiliki kemampuan memecahkan masalah dengan sumberdaya dan inisiatif sendiri; wahana pemberdayaan ekonomi masyarakat, mendorong masyarakat untuk menggerakkan aktivitas ekonomi produktif melalui pemanfaatan informasi.

Syukur alhamdulillah akhirnya sebanyak 49 KIM di kelurahan-kelurahan tadi dapat dibentuk. Dengan demikian, sampai dengan akhir tahun 2016 seluruh kelurahan di Kota Tasikmalaya yang berjumlah 69 kelurahan telah memiliki KIM.

Pasca dibentuknya KIM, Dishubkominfo tidak tinggal diam, namun melakukan pembinaan, dalam bentuk pemberian materi dengan mengundang narasumber dari SKPD / lembaga terkait. Sebagai ilustrasi,  bertempat di kantor Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, tanggal 27 September 2016 diadakan pembinaan KIM dengan narasumber Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya dengan tema pengenalan keberadaan KIM. Kemudian pada tanggal 11 Oktober 2016 dengan narasumber Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya yang diwakili Sekretarisnya, Drs. Mujadi dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya yang diwakili Komisioner, Hotum Hotimah, S.Ag dengan tema persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Selanjutnya pada tanggal 26 Oktober 2016 dengan narasumber Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya yang diwakili Kabid Industri, Maman Durman dengan tema ekonomi kreatif.

Selama acara berlangsung, pengurus KIM dari kelurahan-kelurahan se-Kota Tasikmalaya secara antusias menyimak materi yang disampaikan dan melakukan dialog dengan narasumber. Diharapkan dengan adanya pembinaan KIM, eksistensi KIM makin berkibar dan kiprahnya makin dirasakan oleh anggota KIM khususnya dan masyarakat pada umumnya. Semoga.

UJI COBA LANUD WIRIADINATA SEBAGAI KADO TERINDAH HUT KOTA TASIKMALAYA

Senin, tanggal 17 Oktober 2016 sekitar pukul 15.30, dilaksanakan uji coba penerbangan pesawat komersial perdana. Pesawat Wings Air dari Lion Group jenis ATR 72-500 dengan nomor registrasi PK-WFO, yang dipiloti Kapten Isana Nur Ardi beserta para awak pesawatnya, mendarat sempurna di di Pangkalan Udara Wiriadinata, Tasikmalaya dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. “Tidak ada kendala, semuanya berjalan lancar dan mulus, sesuai perhitungan,” kata Isana, saat ditemui wartawan di ruang lobi. Uji coba tersebut untuk memastikan dan mengevaluasi lapangan udara; nantinya seluruh kegiatan operasional akan diberlakukan dan ditujukan sebagai bandara komersial atau bandara sipil dan berganti nama menjadi Bandar Udara Wiriadinata.

Pendaratan tersebut disambut H. Budi Budiman, Walikota Tasikmalaya beserta jajaran, Komandan Lanud Wiriadinata dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya. Pada kesempatan itu Walikota mengatakan bahwa penerbangan perdana di Lanud Wiriadinata itu merupakan kado terindah bagi Kota Tasikmalaya yang tengah merayakan hari jadinya yang ke-15.

“Maskapai dari Lion Air Group yakni Wings Air sudah siap, tinggal masalah teknis yang akan dibicarakan. Harapan kami bila bandara ini menjadi bandara sipil / komersil berbanding lurus dengan investasi di Kota Tasikmalaya. Tentu tidak Kota Tasikmalaya saja, wilayah Priangan Timur juga akan lebih mudah. Bayangkan saja kalau ke Jakarta lewat darat memakan waktu enam jam, kalau lewat udara hanya 40 menit ke bandara Halim Perdana Kusumah,” papar Walikota kepada wartawan. “Dengan beroperasinya bandara ini, kita tidak terisolir yang disebabkan transportasi, semua kendala tidak ada lagi, karena Bandara Halim telah memiliki konektivitas tidak hanya skala nasional melainkan internasional,” tambah Walikota. Usai peninjauan kedalam pesawat, Walikota memecahkan kendi bertabur bunga sebagai simbol pembukaan bandara tersebut agar berjalan lancar dan sesuai harapan semua.

Direktur Operasional Wings Air, Redi Irawan menambahkan, sebenarnya Lanud Wiriadinata sudah memadai dijadikan bandara komersial. Dia berharap perizinan bisa diselesaikan secepatnya sehingga segera bisa beroperasi di Lanud Wiriadinata. “Kami sudah berbincang dengan Walikota dan Danlanud, kemungkinan lintasan akan diperpanjang 300 meter, jadi nanti pesawat yang lebih besar dari ini bisa mendarat,” kata Redi. (repoter : Juwita Henning Pratiwi)

SOSIALISASI INFRASTUKRTUR PENDUKUNG TASIKMALAYA SMART CITY

Kamis, 6 Oktober 2016 Bidang Kominfo Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menggelar sosialisasi bertema “Infrastukrtur Jaringan Terintergrasi Kecamatan dan Kelurahan Sebagai Pendukung Tasikmalaya Smart City”. Kegiatan ini dihadiri aparat kecamatan dan kelurahan se-Kota Tasikmalaya yang bertempat di Aula Kantor LPSE dengan sasaran utama perihal jaringan konektivitas internet.

Konsep Smart City yaitu sebuah  kota  berkinerja  baik  dengan  berpandangan  ke  dalam  ekonomi, penduduk, pemerintahan, mobilitas, lingkungan hidup. Sebuah  kota  yang  mengontrol  dan  mengintegrasi  semua  infrastruktur termasuk jalan, jembatan, terowongan, rel, kereta bawah tanah, bandara, pelabuhan,  komunikasi,  air,  listrik,  dan  pengelolaan  gedung. Dengan drmikian dapat  mengoptimalkan  sumber  daya  yang  dimiliki  untuk kesejahteraan warganya, serta merencanakan pencegahan kemungkinan munculnya permasalahan kota. Smart City membuat kota lebih efisien dan layak huni, meliputi  sosial, ekonomi dan lingkungan.

“Kegiatan ini untuk menyatukan pemahaman peserta sosialisasi dari kecamatan dan kelurahan mengenai materi yang dibahas karena program aplikasi dan internet di Kota Tasikmalaya perlu didukung dengan maksimal agar pelaksanaannya berjalan optimal.” jelas Kepala Bidang Kominfo.

Konektivitas jaringan internet di seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan ditargetkan bisa berjalan efektif di tahun ini. Pihaknya mengharapakan dengan adanya program tersebut semua pelayanan di seluruh kantor kecamatan dan kelurahan bisa lebih maksimal. (Reporter: Mela Hermilawati dan Juwita Henning Pratiwi)

AWARENESS TRAINING ISO 9001 : 2008

Selasa, 20 September 2016 bertempat di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya diadakan latihan pengenalan ISO  9001 : 2008 untuk pegawai Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. ISO adalah International Organization For Standarization , yaitu organisasi independen, non pemerintah yang berpusat di Geneva (Swiss). Melalui anggotanya yang berjumlah 162 lembaga standar nasional di masing-masing negara, ISO membawa para ahlinya untuk berbagi pengetahuan dan membangun rasa kerelawanan (voluntary), berbasis konsensus, mendorong inovasi dan memberi solusi atas tantangan global. Perwakilan ISO di Indonesia adalah lembaga pemerintah yang disebut Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Standar adalah dokumen yang memuat persyaratan, spesifikasi, pedoman atau karakteristik yang dapat digunakan secara konsisten untuk menjamin bahan, produk, proses dan layanan yang cocok untuk tujuan lembaga. Standar ISO dibangun oleh kelompok para ahli yang tergabung dalam komite teknis yang merupakan perwakilan kalangan industri, lembaga non pemerintah, pemerintah dan stake holder lainnya. ISO telah mempublikasikan lebih dari 21.000 standar internasional yang dapat dibeli langsung dari ISO atau dari anggota ISO, salah satunya adalah ISO 9001 yang merujuk pada standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Pada dasarnya ISO 9001 satu ini adalah standard bagi lembaga untuk mencapai kepuasan pelanggan sehingga pada akhirnya bisnis / pelayanan lembaga tersebut bisa berjalan secara berkesinambungan

ISO 9001 mengalami beberapa revisi diantaranya edisi I : 1987, edisi II : 1994, edisi III : 2000, edisi IV : 2008. Revisi ini perlu dilakukan karena semua standar ISO harus dikaji ulang secara bekala dalam interval tiga tahun sejak di terbitkan; ada keputusan untuk merevisi, membatalkan atau mempertahankan dokumen oleh Subcommitte SC 2 – ISO/TC 176 khusus untuk ISO 9000 series; dan mempertimbangkan berbagai perubahan dalam teknologi, metode dan material baru, persyaratan baru dalam mutu dan keamanan (safety).

Fungsi ISO 9001 : 2008 (ISO 9001 yang direvisi tahun 2008) yaitu sebagai standar  sistem manajemen mutu; alat bantu pengendali untuk mencapai sasaran atau tujuan; dibuat untuk membantu semua jenis dan ukuran organisasi dalam menerapkan sistem manajemen mutu yang efektif; bukan untuk menyeragamkan sistem; tujuan utama untuk mencapai kepuasan pelanggan melalui perbaikan berkesinambungan dan pencegahan ketidak sesuaian.

Prinsip manajemen mutu yang diidentifikasikan dapat digunakan oleh Top Management untuk memimpin organisasi dalam hal memperbaiki kinerja. Prinsip manajemen mutu adalah fokus pelanggan; kepemimpinan; keterlibatan karyawan; pendekatan proses; pendekatan system pada manajemen; perbaikan terus menerus; pendekatan faktual untuk mengambil keputusan; hubungan saling mengungtungkan dengan pemasok.

Klausul ISO 9001 : 2008 mencakup ruang lingkup; acuan normatif; istilah dan definisi; system manajemen mutu; tanggungjawab manajemen; manajemen sumberdaya; realisasi produk; pengukuran, analisa dan perbaikan. Dengan adanya awareness training ISO 9001 : 2008 ini dapat bermanfaat dan bisa di terapkan di Dishubkominfo Kota Tasikmalaya agar system manajemen mutu Dishubkominfo Kota Tasikmalaya jauh lebih baik dan efektif. (reporter : Wina Yuthika, Mela Hermilawati, Randi Gumelar, Richard M. Wayar, Soni Ramdhani)

PERINGATAN HARI PERHUBUNGAN NASIONAL TAHUN 2016

Senin 19, September 2016 bertempat di  Halaman Balai Kota Tasikmalaya, diadakan upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional dirangkaikan dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang jatuh pada tanggal 17 September dan Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (HUT PMI) yang ke – 71, diikuti pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, TNI-Polri; dimulai pukul 07:30 sampai dengan selesai, berlangsung hidmat. Dalam acara ini Walikota Kota Tasikmalaya H. Budi Budiman bertindak sebagai Pembina Upacara,  sekaligus menyampaikan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI).

Dalam sambutannya, Menhub RI mengatakan bahwa peringatan Hari Perhubungan Nasional merupakan momentum yang tepat bagi segenap insan perhubungan, untuk meresapi kembali makna semboyan perhubungan “Wahana Manghayu Warga Pertiwi” yang artinya perhubungan adalah wahana untuk menyejahterakan bangsa dan negara. Sektor perhubungan memiliki peranan yang teramat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sektor transportasi harus dapat menjalin konektivitas antar pulau dan harus mampu mewujudkan aksesibilitas ke seluruh wilayah tanah air Indonesia.

Karena perannya yang teramat strategis itu, segenap sumber daya manusia (SDM) perhubungan dituntut memperkuat kembali komitmen untuk memberikan kerja keras yang nyata di sektor transportasi, selain sebagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa, juga dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema Harhubnas tahun 2016, “Melalui Peringatan Harhubnas Tahun 2016 Kita Tingkatkan Prestasi Kerja Nyata Untuk Mewujudkan Transportasi Yang Aman, Selamat Dan Nyaman”.

Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman juga menyampaikan rasa terimakasih atas prestasi kerja kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, terlebih kepada sektor perhubungan dan ucapan selamat untuk hari jadi PMI yang ke – 71. (reporter : Wina Yuthika, Mela Hermilawati, Randi Gumelar, Richard M. Wayar, Soni Ramdhani)

DISHUBKOMINFO MENSUKSESKAN PON JABAR XIX 2016

Pekan Olahraga Nasional  Indonesia (PON)  adalah pesta olahraga nasional Indonesia yang diselenggarakan untuk mengembangkan bakat olahraga di seluruh kawasan Indonesia, tanpa kecuali. Penyelenggaraannya empat tahun sekali dan daerah penyelenggaraannya ditentukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Penyelenggaraan  Pekan Olahraga Nasional XIX Tahun 2016 akan berlangsung dari tanggal  17-26 September 2016. Diperkirakan Sekitar 8403 atlet di luar atlet tuan rumah, termasuk provinsi baru Kalimantan Utara akan bertemu untuk bertanding secara fair play  untuk mencapai raihan prestosi olahraga tertinggi di Indonesia.

Pekan Olahraga Nasional Indonesia (PON) XIX/2016 terdiridari 44 cabang olahraga, 10 cabang olahraga eksebisi dengan total nomor pertandingan, 365 pertandingan putra, 302 pertandingan putri, 33 pertandingan campuran dan 50 pertandingan terbuka di 61 Venue yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, memperebutkan755 medali emas, 755 medali perak, dan 962 medali perunggu. Empat Catur Sukses yang ingin diraih Jawa Barat adalah Sukses Prestasi, Sukses  Penyelenggaraan, Sukses Perekonomian dan Sukses Administrasi.

Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah PON/XIX cabang roadrace (balap motor) yang diselenggarakan di Sirkuit Bukit Peusar Kel. Cipawitra Kec. Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Dalam rangka mensukseskan pertandingan roadrace tersebut Dishubkominfo Kota Tasikmalaya ikut berperan. Peran perhubungannya adalah mengurus bidang transportasi. Diantaranya :

  1. Penyediaan RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan) portable sebanyak 25 unit di setiap persimpangan.
  2. Pemeliharaaan RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan) sebanyak 4 unit.
  3. PJU (Penerangan Jalan Umum) sebanyak 31 unit.
  4. Penyediaan pesan-pesan elektronik melalui VMS (Variable Message Sign) di setiap persimpangan yang diatur oleh ATCS.
  5. Rekayasa lalu lintas pada saat Kirab Api PON Jabar XIX/2016, pembukaan dan penutupan PON Jabar XIX/2016 termasuk penentuan rute jalur kirab; dan penutupan serta pengalihan arus lalu lintas pada saat pembukaan dan penutupan PON Jabar XIX/2016.

Sedangkan peran komunikasi dan informatika (kominfo) dalam mensukseskan PON Jabar XIX/2016 yaitu membuat jaringan aplikasi yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan para atlet dan panitia pelaksana dalam memenuhi konsumsi, transportasi, akomodasi dan informasi pertandingan. Dalam hal ini Kominfo merekrut operator untuk menjalankan aplikasi GMS ( Game Management System), administrasi keuangan, menyediakan media center (fasilitas untuk para media/netizen mengupload berita seputar pertandingan) dan infrastruktur jaringan TIK.

Dalam hal infrastruktur jaringan tersedia di beberapa tempat yaitu 3 hotel untuk para atlet (Hotel Santika, Harmoni, Crown), 2 hotel untuk panitia pelaksana (Hotel City dan hotel Ramayana), Media Center, SUBPB, Kantor Dishubkominfo dan di Sirkuit Bukit Peusar sebagai venues. Fasilitas yang disediakan di hotel yaitu wifi, laptop, printer, dan barkod (untuk menscan name tag untuk atlet dan panitia pelaksana guna mendapatkan konsumsi dll). Fasilitas lainnya yang tersedia di venues, Kantor Dishubkominfo, SUBPB dan Media Center yaitu laptop, printer, PC, CCTV, dan layar televisi. (reporter : Randi Gumelar, Soni Ramdhani, Wina Yuthika)