P1090906

Dishubkominfo Kota Tasikmalaya Gelar Musrenbang Sektoral

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tasikmalaya pada Selasa, 2 Februari 2016 mengadakan musyawarah perencanaan pembangunan sektor perhubungan, komunikasi dan informatika (Musrenbang Sektoral) untuk tahun anggaran 2017.Musrenbang sektoral Dishubkominfo dihadiri oleh Wali Kota Tasikmalaya,ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dan sekitar 75 orang perwakilan stakeholder Dishubkominfo Kota Tasikmalaya.

Dalam pembukaannya, H. Aay Zainy, Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya memaparkan beberapa capaian program yang sudah dilaksanakan dan rencana pembangunan sektor perhubungan, komunikasi dan informatika, salah satunya terkait pemanfaatan jalan baru Mangin. H. Aay juga menyampaikan bahwa usulan pembangunan kepada pemerintah kota Tasikmalaya kini sudah bisa dilakukan secara online.

“Usulan pembangunan tidak hanya bisa diaspirasikan melalui forum formal seperti Musrenbang, tapi masyarakat secara pribadi juga bisa mengusulkan melalui RKPD online yang sudah bisa digunakan tahun ini.” Kata H. Aay.

Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman berpesan kepada Dishubkominfo Kota Tasikmalaya untuk melakukan peningkatan kualitas infrastruktur perhubungan ,komunikasi dan informatika dalam rangka menyambut MTQ tingkat provinsi di Kota Tasikmalaya, serta pengembangan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan Tasik Smart City di tahun 2019.

Setelah resmi dibuka, musrenbang Dishubkominfo dibagi menjadi dua forum yakni sektor perhubungan yang bertempat di Aula Dishubkominfo, dan sektor Kominfo di gedung LPSE Kota Tasikmalaya. Dalam forum musrenbang di sektor perhubungan, beberapa stakeholder seperti dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan perwakilan kecamatan di kota Tasikmalaya, menyampaikan usulan-usulan perencanaan pembangunan yang menekankan pada peningkatan sektor lalu lintas.

Sementara di sektor Kominfo, beberapa stakeholder yakni dari perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), perwakilan kecamatan, komunitas, dan perwakilan Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) juga menyampaikan beberapa usulan yang secara garis besar menekankan pada peningkatan kualitas pelayanan TIK di Kota Tasikmalaya. (cc)

Picture1

MUSYAWARAH PERUBAHAN LINTASAN TRAYEK MELALUI MANGIN

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tasikmalaya pada Rabu, 27 Januari 2016 menggelar forum musyawarah dengan pihak perwakilan pengurus angkutan umum terkait rencana perubahan lintasan trayek angkutan umum dari arah Singaparna. Perubahan trayek dilakukan untuk memanfaatkan jalan baru Mangin (Mangkubumi – Indihiang). Musyawarah yang diselenggarakan di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya ini bertujuan untuk meminta masukan dari pihak perwakilan pengurus angkutan umum terkait perubahan lintas trayek tersebut.

“Perbaikan jalan Mangin memakan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bersangkutan seperti oleh angkutan umum. “ kata H. Aay Zaini Dahlan, Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. Urgensi terkait perubahan lintasan trayek angkutan umum juga disampaikan oleh H. Suharyono (H.Yono), Kepala Bidang Angkutan, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. “Tujuan perubahan ini juga untuk mengamankan arus kota dan memanfaatkan jalan baru. Sekalian kami juga akan mendesain kembali manajemen rekayasa lalu lintas agar lebih efektif.” kata H.Yono.

Terkait rencana perubahan lintasan trayek ini, perwakilan pengurus jalur angkutan umum yang melintasi jalur Tasik-Singaparna turut memberikan beberapa masukan. Salah satunya Muhamad Rizal selaku perwakilan dari pengurus angkutan umum Elf yang merasa tidak keberatan jika rencana peraturan perubahan lintasan trayek ke jalan baru Mangin akan diberlakukan. “Saya tidak keberatan jika melalui jalur Mangin, asalkan jalur baliknya menggunakan jalur biasa. Soalnya di jalur itu biasanya banyak penumpang Elf.” Kata Muhamad Rizal yang ditemui usai acara musyawarah.

Sementara itu, untuk peresmian rencana perubahan lintas trayek ke Jalan Mangin akan dilakukan secepatnya setelah hasil masukan dalam forum musyawarah diproses dan dibuat peraturan Walikota Tasikmalaya. (cc)

Jpeg

KOTA TASIKMALAYA MERAIH PIALA WTN

Setelah melewati tahapan penilaian sekitar pertengahan Juni 2015, syukur alhamdulillah Kota Tasikmalaya ditetapkan sebagai Kota Penerima Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Kategori Lalu Lintas Untuk Kota Besar, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 402 Tahun 2015 tentang Penetapan Kota / Kabupaten dan Provinsi Sebagai Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2015 yang ditandatangani Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, tanggal 11 September 2015.
Akhirnya pada hari Rabu tanggal 23 Desember 2015 piala WTN tersebut diterima langsung oleh Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman yang hadir atas undangan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo ke Istana Negara, setelah sebelumnya berkumpul di Kantor Kementerian Perhubungan RI. Piala WTN tersebut diterima Kota Tasikmalaya untuk ketiga kalinya, sejak tahun 2013.
WTN merupakan penghargaan atas kemampuan daerah dan peran serta masyarakatnya dalam meningkatkan penyelenggaraan kinerja sistem transportasi perkotaan dalam menciptakan sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan, dan menjamin ekuitas hak pengguna.
Penilaian kinerja dikelompokkan berdasarkan jumlah penduduk, yaitu Kota Kecil bila penduduknya 100.000 jiwa atau kurang; Kota Sedang bila penduduknya 100.001 s.d. 500.000 jiwa; Kota Besar bila penduduknya 500.001 s.d. 1.000.000 jiwa; dan Kota Raya bila penduduknya diatas 1 juta jiwa. Oleh karena penduduk Kota Tasikmalaya diatas 500 ribu jiwa, tahun 2014 saja mencapai 657.217 jiwa, maka Kota Tasikmalaya termasuk sebagai kelompok kota besar.
Keberhasilan memperoleh Penghargaan Piala WTN Kategori Lalulintas merupakan kehormatan sekaligus tantangan untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan kinerja pembangunan sektor transportasi pada tahun-tahun berikutnya. Semoga.

CFD

EVALUASI CAR FREE DAY (CFD) 2015

CFD di Kota Tasikmalaya berawal hari Minggu, 20 Juni 2010 berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata mulai Simpang Empat Jl. Otto Iskandardinata – Jl. RAA. Wiratanuningrat s.d Simpang Empat Jl. Otto Iskandardinata – Jl. HZ. Mustofa mulai jam 08.00 WIB s.d 14.00 WIB. Kemudian hari Minggu 12 Juni 2011 kegiatan CFD pindah ke Jl. HZ. Mustofa mulai Simpang Tugu Adipura s.d Simpang Empat Jl. HZ. Mustofa – Jl. Panyerutan mulai jam 06.00 WIB s.d 09.00 WIB, hingga sekarang. Dampak pelaksanaan CFD adalah meningkatnya kualitas udara karena pengurangan penggunaaan kendaraan bermotor; meningkatnya kendaraan non bermotor seperti sepeda; mendorong masyarakat agar mengutamakan kesehatan dan meningkatkan kesadaran pentingnya olah raga; sarana interaksi sosial masyarakat; dll.
Namun dalam pelaksanaannya CFD kerap menuai kritikan karena adanya permasalahan, yaitu meningkatnya jumlah PKL (pedagang kaki lima); partisipan yang tidak berizin; semakin banyak pengunjung yang membawa hewan peliharaan; meningkatnya jumlah pengemis dan doger monyet; semakin banyak sampah yang berserakan; dll. Menanggapi permasalahan diatas Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menggelar rapat evaluasi CFD tahun 2015, tanggal 16 Desember 2015, di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya yang dihadiri unsur Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota; Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan; Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan; Satuan Polisi Pamong Praja; Kantor Camat Cihideung; dan Kantor Pengendalian Lingkungan Hidup.
Dalam kesempatan tersebut tercetus gagasan solusi mengatasi permasalahan diatas diantaranya penataan kembali pengunjung CFD seperti pedagang kaki lima, parkir, kegiatan yang sifatnya promosi, atraksi, dan kawasan khusus untuk membawa hewan peliharaan sehingga tidak mengganggu aktifitas warga Kota Tasikmalaya yang sedang berolahraga; pengendalian dan pengawasan secara bertahap oleh dinas / instansi terkait dalam rangka menjaga kebersihan, ketertiban, kelancaran lalu lintas dan keamanan pada saat dilaksanakannya CFD; memberikan sanksi administratif bagi pengunjung CFD bila melanggar ketentuan pelaksanaan CFD; menambah sarana dan prasarana CFD terutama perbaikan jalan, mobil kebakaran, mobil sampah, mobil ambulance serta penyediaan anggaran yang memadai.
Dari berbagai solusi yang ditawarkan akhirnya muncul gagasan berkenaan syarat dan ketentuan pelaksanaan CFD diantaranya kegiatan yang wajib diprioritaskan adalah kegiatan yang bersifat olah raga, misal bersepeda , jalan sehat dan lari sehat; kegiatan lainnya seperti berjualan, parkir, promosi, atraksi, dan membawa hewan peliharaan harus dilakukan penataan sehingga tidak mengganggu aktifitas warga yang sedang berolahraga, sedangkan kegiatan yang bersifat promosi diwajibkan mendapatkan izin dari dinas / instansi terkait; dilarang mendirikan tenda, panggung dan bangunan lainnya serta menggunakan sound system di trotoar dan area CFD; dilarang membawa spanduk, umbul-umbul dan membagi-bagikan brosur / flyer dll; dilarang melakukan aksi kampanye, orasi mendukung parpol / perorangan ataupun mengajak masyarakat di kawasan CFD untuk aksi tanda tangan dan sebagainya; menjaga kebersihan, ketertiban, kelancaran dan keamanan di area CFD. Semoga gagasan saat rapat evaluasi tersebut dapat diaplikasikan dalam pelaksaan CFD di tahun 2016.

Perda

PERDA LALIN DAN ANGKUTAN AKHIRNYA DISEPAKATI

Akhir Februari 2015, diberitakan bahwa di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya berlangsung pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Tasikmalaya. Rencananya minggu pertama bulan Maret 2015, Raperda tersebut selesai dibahas di Eksekutif, Pemerintah Kota Tasikmalaya dan minggu kedua Maret 2015 sudah masuk pembahasan di Legislatif, DPRD Kota Tasikmalaya, sehingga diharapkan pada triwulan II tahun 2015 Ranperda tersebut ditetapkan menjadi Perda.
Namun rupanya rencana tersebut molor sehingga baru di akhir tahun 2015 perda tersebut disepakati. Hal tersebut dikarenakan diantaranya substansi aturan yang dipakai sandaran dalam perda mengalami perubahan, misalnya berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, penanggungjawab pengelolaan Terminal Tipe A yang tadinya diurus pemerintah kabupaten / kota beralih menjadi urusan pemerintah pusat.
Berkenan hal tersebut, raperda dimaksud harus dibahas ulang oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang baru dapat dilaksanakan sekitar Oktober 2015 kemudian diserahkan ke legislatif untuk dibahas di panitia kerja DPRD Kota Tasikmalaya. Akhirnya pada tanggal 14 Desember 2015, dalam bentuk rapat paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, raperda tersebut disetujui untuk menjadi perda tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Tasikmalaya; dan sekarang sedang dilakukan evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Latar belakang dibentuknya perda tersebut adalah terbitnya UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mencabut UU Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sedangkan tujuan perda tersebut adalah untuk mewujudkan penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat; menegakkan etika berlalu lintas; serta pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, lancar dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian di Kota Tasikmalaya.

Diklatweb

PELATIHAN PENGELOLAAN WEBSITE SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PEMANFAATAN MEDIA MASA KINI

Website atau situs web adalah sekumpulan halaman informasi yang menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara dan atau gabungan dari semuanya baik yang bersifat statis maupun dinamis disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet.

Kelebihan website adalah jangkauan informasinya luas melampaui batas negeri; tersedia setiap saat, 24 jam non stop; lebih cepat penyebarannya sepanjang koneksi internetnya bagus; bisa menjadi media promosi, meningkatkan image dan pelayanan dengan biaya yang relatif efisien dibandingkan jangkauan ruang dan waktu yang diperlukan. Menimbang kelebihan website, maka keberadan website di era peradaban maju, zaman teknologi informasi dan komunikasi sangat penting dan strategis.

Dishubkominfo Kota Tasikmalaya yang memiliki tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika; tentu punya kewajiban mengelola salah satu media informasi dan komunikasi masa kini yaitu website. Beberapa peraturan menaungi pemanfaatan website, diantaranya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government; Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 28 /Per/M.Kominfo/9/2006 tentang Penggunaan Nama Domain go.id Untuk Situs Web Resmi Pemerintahan Pusat dan Daerah; serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 83 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah.

Berbagai upaya dilakukan Dishubkominfo Kota Tasikmalaya dalam rangka penguatan pemanfaatan website ini, diantaranya melayangkan surat nomor 555/332/ Dishubkominfo, tanggal 27 Februari 2015, perihal Pembuatan Website SKPD dan Pemutakhiran Informasi yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya; kemudian menyebarkan Surat Edaran (SE) Walikota Tasikmalaya, Nomor 555/1581/Dishub, tanggal 21 Agustus 2015, tentang Pembuatan dan Pemutakhiran Website. Substansi SE tersebut adalah; pertama, bagi  SKPD/Kelurahan  yang belum memiliki website, agar secepatnya membuat website SKPD/Kelurahan dan mendaftarkan situs tersebut sebagai sub domain dari situs resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya (www.tasikmalayakota.go.id) ke Bidang Kominfo pada Dishubkominfo Kota Tasikmalaya; kedua, bagi SKPD/Kelurahan yang telah mempunyai situs web, agar selalu melakukan pemutakhiran berita/informasi/data dari situs tersebut.

Selanjutnya sebagai upaya lain penguatan pemanfaatan website sebagai media informasi dan komunikasi masa kini adalah pelatihan penggunaan aplikasi dan pengelolaan konten website resmi SKPD / Kelurahan di lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diadakan pada tanggal 23-24 November 2015. Pelatihan tersebut dibagi dua hari, yang setiap harinya dihadiri peserta dari SKPD / Kelurahan di lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya, bertempat di ruang rapat LPSE Kota Tasikmalaya. Peserta yang mayoritas membawa laptop sendiri, diajak langsung mempraktekkan berbagai materi yang disampaikan narasumber atau pengajar yang berasal dari STMIK DCI Tasikmalaya.

Pa beben

PENYULUHAN KESELAMATAN BERLALULINTAS DI JALAN DIGELAR DI SEKOLAHAN

Menindaklanjuti kegiatan pendidikan dan pelatihan Penyusunan Programma Penyuluhan Keselamatan Transportasi Jalan Angkatan XIII yang dilaksanakan di Gedung LPSE Kota Tasikmalaya, diawal November 2015, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) YBSI Kota Tasikmalaya menggelar penyuluhan keselamatan berlalulintas kepada siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Islam (SMK YI), yang beralamat di Jl. KH. Ma’mun Sodik / Bojongkaum, Kel. Panglayungan, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, pada hari Senin, tanggal 23 Nopember 2015.

Penyuluhan yang melibatkan siswa-siswa tersebut bertujuan memberikan pemahaman tentang keselamatan transportasi jalan dan membangun budaya selamat berlalu lintas di jalan sejak dini.  Melalui kegiatan ini, siswa-siswa yang rata-rata sudah bisa menggunakan kendaraan bermotor dapat memahami aspek kecelakaan dan keselamatan berlalu lintas sehingga selalu memperhatikan perlengkapan keselamatan berkendara, dan tidak ngebut-ngebutan.

Narasumber penyuluhan tersebut adalah Benben Buntaran, A.Ma.PKB dari Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan sehingga diharapkan mayoritas siswa-siswi SMA/SMK di Kota Tasikmalaya memperoleh penyuluhan keselamatan berlalu lintas di jalan. Kegiatan ini perlu terus didorong karena pelatihan ini termasuk dalam rangka mempersiapkan perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan; sesuai Intruksi Presiden RI (Inpres) Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, yang terdiri atas 5 pilar yaitu manajemen keselamatan jalan; jalan yang berkeselamatan; kendaraan yang berkeselamatan; perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan; serta penanganan pra dan pasca kecelakaan.

JukRak

PERTUNJUKKAN RAKYAT SEBAGAI MEDIA DESIMINASI INFORMASI

Minggu, 8 Nopember 2015, bertempat di lokasi Car Free Day (CFD), samping tugu Adipura, Jl. KHZ. Musthofa, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Penyebarluasan Informasi Melalui Pertunjukkan Rakyat. Berbekal sebuah panggung dengan sound system yang memadai digelar pertunjukan rakyat dari grup Borelak, sajian lawak diiiringi petikan kecapi dan gitar serta tabuhan kendang. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Tasikmalaya (17 Oktober), Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober), Hari Pahlawan (10 Nopember) dan dikaitkan dengan Hari Kesehatan Nasional (12 Nopember).

Ditengah acara, ada jeda yang diisi penyebarluasan informasi dalam bentuk seruan dari Dishubkominfo agar masyarakat Tasikmalaya mendukung program-program pemerintah diantaranya himbauan agar Perda No. 7 Tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat Yang Religius di Kota Tasikmalaya ditaati, masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, serta memelihara kebersihan. Khusus di lokasi CFD diseru agar pedagang tidak menghalangi jalur CFD. Selanjutnya Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dalam kesempatan yang sama menyerukan pola hidup bersih dan sehat.

Yang unik, saat jeda dan mendengar seruan ini penonton yang tadinya antusias berubah menjadi lesu, satu per satu penonton meninggalkan lokasi panggung. Beruntung, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Iwan Cahyadi rela merogoh koceknya untuk menarik kembali penonton melalui quiz tentang lalu lintas dan seruan keselamatan berlalu lintas, ternyata dengan cara ini penonton antusias kembali. Setelah seruan ini, hiburan lawak dan musik Borelak dilanjut kembali dengan menyisipkan informasi-informasi yang bersifat penyuluhan dan menggugah masyarakat.

Sebagai tambahan informasi, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan penyebarluasan informasi melalui pertunjukkan rakyat baru pertama kali ini. Kegiatan ini kita adopsi dari berbagai daerah yang sudah relatif maju dalam hal penyelenggaraan acara seperti ini.

Dalam kesempatan yang sama beberapa organisasi dengan spontan memanfaatkan panggung acara diantaranya Rumah Sakit Jasa Kartini ikut berpartisipasi dalam bentuk Senam Diabetes di awal acara dan Teaterikal Kasus Asap dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya di akhir acara. Ternyata panggung pertunjukan rakyat ini telah menjadi media diseminasi / penyebarluasan informasi dan terciptanya sinergi pemerintah dengan dunia usaha dan akademisi.

SmnrTIK

TIK UNTUK KOTA TASIKMALAYA YANG CERDAS

Jum’at, 6 Nopember 2015, bertempat di Ballroom Hotel Asri, Plaza Asia, Jl. KHZ. Musthofa diselenggarakan seminar sehari  dengan tema Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK Untuk Kota Tasikmalaya Yang Cerdas (ICT For Tasikmalaya Smart City). Seminar ini diselenggrakan oleh Dishubkominfo Kota Tasikmalaya untuk memberikan pemahaman pengembangan TIK dan media masukan dalam penyusunan masterplan TIK Kota Tasikmalaya sehingga masterplan yang dihasilkan sesuai kebutuhan Kota Tasikmalaya menuju Tasikmalaya Smart City, dengan demikian diharapkan kualitas pelayanan publik meningkat.

Acara seminar ini dibuka oleh Walikota Tasikmalaya, H. Budi Budiman, dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Kapolres Tasikmalaya Kota, dan undangan lainnya. Dalam sambutannya Walikota Tasikmalaya mengharapkan bahwa seminar ini dapat memberi nilai tambah, dalam rangka pemenuhan kebutuhan terhadap perlunya proses kegiatan yang dijalankan secara berkelanjuatan demi pencapaian target pembangunan. Untuk itu diharapkan terbangunnya sense of ownership dan komitmen dari semua pihak, untuk keberhasilan program pembangunan yang dapat dijadikan jembatan tercapainya visi Kota Tasikmalaya.

Peserta seminar adalah kepala / yang mewakili Satuan Kerja Perangkat Daerah se-Kota Tasikmalaya, kepala / yang mewakili SKPD pengelola urusan TIK dari kabupaten / kota di Priangan Timur, akademisi, komunitas TIK, pemerhati TIK, pelaku usaha bidang TIK, dll. Hadir sebagai pembicara pertama adalah Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat, CGEIT (guru besar Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung) yang menyatakan bahwa Smart City adalah pengembangan dan pengelolaan kota dengan pemanfaatan TIK untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada didalam kota dengan kebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pembicara kedua Dr. H. Dudi Sudradjat Abdurachim, MT (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat) mengemukakan bahwa dilevel internasional ada istilah ICT Development Index dan e-Government Development Index (EDGI). Mencontoh EDGI, di Indonesia dikenal Pemeringkatan E-Government Indonesia (PEGI) yang mengukur dimensi kebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi, dan perencanaan.

Pembicara ketiga Dr. Ir. Luky Eko Wuryanto (Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional / Detiknas) mengemukakan bahwa Detiknas dibentuk dengan harapan dapat melakukan akselerasi akses TIK yang bermanfaat bagi bangsa. Detiknas mempunyai pilot project yang diharapkan menjadi model pengembangan dan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Sementara itu, Konsultan Penyusun Master Plan TIK Kota Tasikmalaya merekomendasikan 4 hal. Rekomendasi pertama, yaitu tatakelola meliputi payung hukum / regulasi pengelolaan sumber daya TIK, regulasi mencakup keamanan data dan infrastruktur pendukung, management awareness terhadap kebutuhan TIK. Kedua, yaitu integrasi sistem meliputi standardisasi dan integrasi data antar SKPD, monitoring  pengembangan sistem yang terintegrasi, pengembangan data center. Ketiga, yaitu infrastruktur meliputi optimalisasi pemanfaatan jalur serat optik, peningkatan kapasitas storage ATCS, pengembangan disaster recovery center. Keempat, yaitu sumber daya manusia / SDM meliputi penyediaan SDM yang kompeten, serta pelatihan dan kesadaran pemanfaatan sistem.

DKLKTJ

DIKLAT KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN SELARAS DENGAN INPRES 4/2013

Dishubkominfo Kota Tasikmalaya berkerjasama dengan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal menggelar pendidikan dan pelatihan / diklat Penyusunan Programma Penyuluhan Keselamatan Transportasi Jalan Angkatan XIII. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung LPSE Kota Tasikmalaya, dari tanggal 2 s.d. 6 November 2015, diikuti 25 peserta yang berasal dari kalangan pendidik atau guru bimbingan konseling / BK tingkat SMA/SMK di Kota Tasikmalaya dan karyawan Dishubkominfo Kota Tasikmalaya.

Pembukaan diklat oleh Sekretaris Dishubkominfo, H. Yeyep Nasihin, dan dihadiri tamu undangan dari jajaran satuan lalu lintas Polres Tasikmalaya Kota. Dalam sambutannya, Sekdis Dishubkominfo menyampaikan maksud pelaksanaan diklat adalah membentuk sumber daya manusia (SDM) yang memahami permasalahan keselamatan transportasi jalan dalam rangka membangun budaya selamat berlalu lintas di masyarakat; memahami dan mampu menjelaskan permasalahan keselamatan; mengerti dan memahami peraturan perundangan di bidang lalu lintas jalan; memahami dan mampu menjelaskan konsep penyuluhan keselamatan transportasi jalan; serta mampu menyusun programma penyuluhan keselamatan jalan.

Selama 5 hari peserta dididik dan dilatih berbagai materi tentang keselamatan transportasi jalan oleh pakar atau narasumber yang berasal dari dosen-dosen PKTJ Tegal. Selanjutnya, di akhir acara diklat, dideklarasikan Forum Keselamatan Transportasi Jalan Kota Tasikmalaya dengan ketua Drs. Tatang Surya Permana, pendidik di SMAN 1 Tasikmalaya; sekretaris Dede Taufik, S.Pd., dari SMKN 2 Tasikmalaya; dan bendahara Dra. Ros Rosmana dari SMAN 5 Tasikmalaya. Tujuan dibentuknya forum ini adalah sebagai wadah koordinasi untuk mempermudah penyuluhan keselamatan transportasi jalan kepada siswa sekolah menengah, dalam rangka kampanye keselamatan transportasi jalan sejak usia dini.

Sebagai tambahan informasi, kegiatan diklat ini selaras dengan Intruksi Presiden RI (Inpres) Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan. Dalam rangka pelaksanaan program tersebut terdapat 5 pilar. Pilar pertama yaitu manajemen keselamatan jalan dengan fokus pada penyelarasan dan koordinasi keselamatan jalan; protokol kelalulintasan kendaraan darurat; riset keselamatan jalan; survailans cedera (surveilance injury) dan sistem informasi terpadu; dana keselamatan jalan; kemitraan keselamatan jalan; sistem manajemen keselamatan angkutan umum; dan penyempurnaan regulasi keselamatan jalan.

Pilar kedua yaitu jalan yang berkeselamatan dengan fokus pada badan jalan yang berkeselamatan; perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan jalan yang berkeselamatan; perencanaan dan pelaksanaan perlengkapan jalan; penerapan manajemen kecepatan; menyelenggarakan peningkatan standar kelaikan jalan yang berkeselamatan; lingkungan jalan yang berkeselamatan; dan kegiatan tepi jalan yang berkeselamatan.

Pilar ketiga yaitu kendaraan yang berkeselamatan dengan fokus pada penyelenggaraan dan perbaikan prosedur uji berkala dan uji tipe; pembatasan kecepatan pada kendaraan; penanganan muatan lebih (overloading); penghapusan kendaraan (scrapping); penetapan standar keselamatan kendaraan angkutan umum.

Pilar keempat yaitu perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dengan fokus pada kepatuhan pengoperasian kendaraan; pemeriksaan kondisi pengemudi; pemeriksaan kesehatan pengemudi; peningkatan sarana dan prasarana sistem uji surat izin mengemudi; penyempurnaan prosedur uji surat izin mengemudi; pembinaan teknis sekolah mengemudi; penanganan terhadap 5 (lima) faktor risiko utama plus; penggunaan elektronik penegakan hukum; pendidikan formal keselamatan jalan; dan kampanye keselamatan.

Pilar kelima yaitu penanganan pra dan pasca kecelakaan dengan fokus pada penanganan pra kecelakaan; penanganan pasca kecelakaan; penjaminan korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit rujukan; pengalokasian sebagian premi asuransi untuk dana keselamatan jalan; serta riset pra dan pasca kejadian kecelakaan pada korban.