DSC_0059

BERGOTONG ROYONG MEMELIHARA KEBERSIHAN TERMINAL INDIHIANG

Kebersihan adalah hal penting, hal ini tertuang dalam peribahasa lampau yang tak usang untuk diucapkan “bersih pangkal sehat”. Bahkan agama Islam menguatkannya dengan sebuah hadist yang terkenal “kebersihan itu sebagian daripada iman”. Selanjutnya, dalam pengelolaan kebersihan suatu kota, piala Adipura menjadi bukti pengakuan tingkat kebersihan kota tersebut.

Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 29 Tahun 2003 tentang Kebersihan, Keindahan dan Kelestarian Lingkungan menyebutkan bahwa dalam upaya mewujudkan kondisi kota yang bersih, indah dan lestari, maka dalam pelaksanaannya perlu melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Setiap orang atau Badan Hukum, berkewajiban menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan; termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial. Terminal Indihiang sebagai fasilitas umum dan aset Pemerintah Kota Tasikmalaya, merupakan terminal terbesar di kawasan Priangan Timur perlu dijaga kebersihan dan keindahannya.

Dalam rangka mewujudkan pentingnya kebersihan dan pelaksaan Perda tersebut, maka pada hari Jumat, 21 Agustus 2015 bertempat di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya, gabungan pegawai Aparat Sipil Negara (ASN) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, dibantu para pelajar dari beberapa sekolah dan pelaku usaha di terminal, bergotong royong mengadakan kegiatan kebersihan.

Kegiatan kebersihan lingkungan terminal tersebut berlangsung mulai pukul 07.30 s/d 10.30 WIB. Pegawai Dishubkominfo Kota Tasikmalaya bersama pegawai dari SKPD lain beserta para pelajar dan pelaku usaha, yang dibagi menjadi beberapa kelompok, bekerja sama / bergotong royong membersihkan lingkungan terminal, mulai dari mencabut / memotong rumput yang tumbuh liar hingga menyapu sampah yang berserakan, lalu di angkut armada truk yang sudah disiapkan.

P1090040

PERINGATAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

Hari Senin, tanggal 17 Agustus 2015, bertempat di lapangan upacara Dadaha Kota Tasikmalaya, digelar upacara pengibaran bendera sebagai acara puncak peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2015. Hadir dalam upacara tersebut berbagai komponen diantaranya tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya, unsur Legiun Veteran RI, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, unsur DPRD, para pimpinan SKPD/Instansi Vertikal, unsur TNI / Polri, unsur Ormas / LSM, unsur pelajar, unsur Aparatur Sipil Negara termasuk di dalamnya dari Dishubkominfo Kota Tasikmalaya serta masyarakat lainnya.

Bertindak selaku inspektur upacara adalah Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman. Dalam sambutannya Walikota Tasikmalaya menyebutkan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena pada tanggal tersebut perjuangan kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Kemerdekaan tersebut diraih atas berkat rahmat Allah SWT dan perjuangan para pahlawannya, oleh sebab itu kita perlu menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan karena “Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya”.

Adapun tema peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2015 adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Sukseskan Gerakan Nasional Ayo Kerja Menuju Indonesia Yang Maju dan Jaya”. Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai bagian integral Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah berupaya mendukung dan mensukseskan gerakan “Ayo Kerja” melalui pelaksanaan pembangunan mewujudkan visi Kota Tasikmalaya “Berlandaskan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Yang Berdaya Saing Menuju Masyarakat Madani”.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Tasikmalaya menyampaikan berbagai prestasi Kota Tasikmalaya pada tahun 2014 diantaranya memperoleh Piala Wahana Tata Nugraha Kategori Lalu Lintas untuk Kota Besar dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia; Piala sebagai Peringkat 3 Penerapan Keterbukaan Informasi Publik Terlengkap dari Gubernur Jawa Barat; dan Plakat Peringkat 3 Penerapan Keterbukaan Informasi Publik Terlengkap dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

PATUHI APILL AGAR SELAMAT BERLALULINTAS

Lampu lalulintas atau APILL (alat pemberi isyarat lalulintas menurut UU nomor 22/2009 tentang lalulintas dan Angkutan Jalan) adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyerbangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Pengaturan lalulintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada. Lampu lalulintas telah diadopsi dihampir semua kota didunia. Lampu ini menggunakan warna yang di akui secara universal, untuk menandakan berhenti ditandai warna merah, hati-hati di tandai warna kuning , dan hijau yang berarti dapat berjalan.

Tujuan adanya lampu lalulintas (traffic light) adalah pertama, menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi pergerakan kendaraan; kedua, memfasilitasi persimpangan antara jalan utama untuk kendaraan dan pejalan kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran arus lalulintas dapat terjamin; ketiga, mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan karena perbedaan arus jalan (id.wikipedia.org). Sehingga penting sekali bagi kita pengguna kendaraan bermotor untuk mematuhinya.

Jumlah traffic light di Kota Tasikmalaya sebanyak 17 buah, ketujuh belas traffic light tersebut adalah Persimpangan RE. Martadinata – Juanda; Persimpangan RE. Martadinata – Mitrabatik; Persimpangan Otista – RA. Wiratuningrat; Persimpangan Dewi Sartika – Sukarjo; Persimpangan Siliwangi – HZ. Mustofa; Persimpangan Siliwangi – Benda; Persimpangan Bantar – Juanda; Persimpangan Galunggung – Mitrabatik; Persimpangan RSU – Tentara Pelajar; Persimpangan Cimulu – Sukarjo; Persimpangan Siliwangi – BKR; Persimpangan Sutsen – A. Yani; Persimpangan Gn. Tujuh – Lt. Harun; Persimpangan Rancabango – Juanda; Persimpangan Nagarawangi – KHZ Mustofa; Persimpangan Perintis Kemerdekaan – Gub. Sewaka; Persimpangan Otista – Sukarjo.

Namun demikian tidak selamanya lampu lalulintas dalam kondisi berfungsi baik, oleh sebab itu perlu pemeliharaan/perbaikan. Selama ini perbaikan lampu lalulintas oleh petugas DISHUBKOMINFO Kota Tasikmalaya bertujuan untuk mengoptimalkan pengaturan arus jalan kendaran agar tidak mengakibatkan kemacetan dan meningkatkan keselamatan berlalulintas. Selain lampu lalulintas terdapat juga lampu peringatan (warning light) yang tersebar di 38 titik di Kota Tasikmalaya.

DISHUBKOMINFO Kota Tasikmalaya terus berupaya melakukan perbaikan dan rekondisi lampu-lampu tersebut yang mengalami kerusakan di beberapa tempat diakibatkan putusnya bola lampu dan jaringan komponen lainnya sehingga mengakibatkan mati. Tentu hal ini sangat fatal bagi pengendara bermotor, baik roda dua , roda empat maupun pejalan kaki. Kerusakan lampu-lampu tersebut bisa menyebabkan kemacetan bahkan lebih buruk lagi dapat menyebabkan kecelakaan, terutama di jalan-jalan yang dilintasi mobil besar yang menampung beban berat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

PJU, PENTING UNTUK KESELAMATAN LALU LINTAS DI MALAM HARI

Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Tasikmalaya yang sudah terpasang sampai dengan triwulan II tahun 2015 mencapai 7669 buah. Dalam rangka pemeliharaan lampu PJU sebanyak itu, DISHUBKOMINFO Kota Tasikmalaya memiliki 3 armada mobil crane, masing-masing armada terdiri dari 3 orang petugas. Bila dibandingkan antara jumlah PJU yang terpasang dengan petugas yang menangani, bisa dibayangkan begitu sibuknya petugas tersebut. Namun demikian DISHUBKOMINFO Kota Tasikmalaya trus berupaya melakukan perbaikan PJU yang mengalami kerusakan dibeberapa tempat.

Perbaikan/rehab lampu PJU bertujuan untuk memperlancar pelayanan kepada masyarakat sehingga pejalan kaki, pesepeda dan pengendara dapat melihat dengan lebih jelas jalan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Dengan menyalanya lampu PJU, membuat kondisi jalan menjadi terang dan bisa mengurangi kecelakaan pada malam hari, sehingga keadaan lokasi menjadi nyaman dan bisa dinikmati oleh semua pihak yang membutuhkan penerangan jalan umum.

Kerusakan yang terjadi pada PJU di beberapa tempat diakibatkan jaringan dan putusnya bola lampu dan komponen lainnya sehingga menyebabkan PJU mati. Selama Triwulan I 2015 petugas DISHUBKOMINFO Kota Tasikmalaya telah melakukan perbaikan beberapa komponen diantaranya bohlam sebanyak 90 buah , ballas sebanyak 24 buah , photocell sebanyak 77 buah, sedangkan Triwulan II 2015 telah melakukan perbaikan bola lampu sebanyak 107 buah , ballas sebanyak 97 buah , photocell sebanyak 5 buah ,dan ignitor sebanyak 93 buah.

HP

BERITA DUKA

Kami keluarga besar Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tasikmalaya telah kehilangan salah satu anggota keluarganya yaitu:

Bapak Drs. H. Popon Effendi, MPd.
(Sekretaris Dishubkominfo Kota Tasikmalaya /
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi / PPID Pembantu di Dishubkominfo Kota Tasikmalaya) yang telah meninggal dunia karena sakit pada hari Selasa, tanggal 21 Juli 2015, sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepada Bapak / Ibu / Saudara yang mengenal Beliau, baik dilingkungan rumah atau pun di lingkungan pekerjaan. Bila semasa hidup Beliau ada ucapan, tingkah perbuatan yang kurang berkenan, Kami atas nama Beliau memohon maaf yang sebesar besarnya.
Semoga almarhum diterima Iman dan Islamnya, diampuni dosa-dosanya, dan ditempatkan di tempat yang mulia oleh Allah SWT.

KELUARGA BESAR DISHUBKOMINFO
KOTA TASIKMALAYA

Ter Ok

LEBARAN, MASA SIBUK DISHUB

Kota Tasikmalaya yang terletak diperlintasan jalan nasional bagian selatan mempunyai peran sangat strategis dalam peristiwa tahunan mudik dan balik lebaran. Sebelum lebaran jutaan orang melakukan mudik dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dsb menuju wilayah Tasikmalaya / Ciamis terus hingga Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan sampai Bali, sementara pada saat balik akan terjadi dari arah sebaliknya.

Selain menangani arus mudik dan balik lebaran, yang tidak kalah pentingnya adalah menangani arus lalu lintas / angkutan penumpang dan barang di dalam kota yang tidak kalah ramainya sebagai dampak persiapan masyarakat Kota Tasikmalaya dan sekitarnya merayakan hari lebaran tersebut.

Menghadapi arus mudik dan balik serta pergerakan lalu lintas penumpang dan barang saat Idul Fitri / Lebaran 1436 H / 2015 H., Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tasikmalaya berperan penting dalam mengatur lalulintas di dalam Kota Tasikmalaya dan menjamin kelancaran angkutan umum di terminal – terminal Kota Tasikmalaya. Pihak Dishubkominfo Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Kepolisian Resort Tasikmalaya Kota terjun langsung ke lapangan untuk mengawasi / mengatur lalu lintas dan angkutan umum diseluruh jalan kota Tasikmalaya guna menghindari kemacetan. Juga tak kalah pentingnya adalah memeriksa kelaikan armada angkutan lebaran.

Peran Dishubkominfo Kota Tasikmalaya dalam rangka Idul Fitri / Lebaran 1436 H / 2015 H., diharapkan dapat terasa optimal pelayanannya oleh seluruh masyarakat pengguna lalu lintas dan angkutan. Bila belum kiranya di momen lebaran kali ini, yang pantas diucapkan adalah mohon maaf lahir dan bathin, semoga lebaran yang akan datang akan lebih baik.

DSC_0345_WTN

PENERIMAAN TIM PENILAI PENGHARGAAN WTN

Jum’at, tanggal 12 Juni 2015 Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman menerima kunjungan Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2015 di Aula Balekota Tasikmalaya.
Hadir dalam acara tersebut, Tim Penilai Penghargaan WTN dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, Tim Pendamping dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ketua dan Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, para pejabat atau yang mewakili SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya Walikota Tasikmalaya Drs. Budi Budiman menyampaikan bahwa pada tahun 2014 Kota Tasikmalaya menjadi salah satu kota besar yang memperoleh Penghargaan Piala WTN Kategori Lalulintas. Hal tersebut merupakan suatu kehormatan sekaligus tantangan untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan kinerja pembangunan sektor transportasi pada tahun-tahun berikutnya.
Berkenaan dengan hal tersebut pada tahun anggaran 2015 dilaksanakan beberapa program dan kegiatan yang mendukung pencapaian penghargaan WTN, baik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBD Kota Tasikmalaya diantaranya Program Peningkatan Infrastruktur Transportasi Perkotaan, Program Pembangunan Fasilitas Lalulintas dan Angkutan Jalan, Manajemen dan Rekayasa Lalulintas, Penataan Simpul-Simpul Perjalanan berupa Terminal Angkutan Penumpang dan Terminal Angkutan Barang, Peningkatan Kualitas SDM di Bidang Perhubungan melalui Diklat Teknis dan Pelatihan Lainnya, serta berkenaan penanganan Isu Keselamatan Transportasi.
Sebagai upaya peningkatan pelayanan lalu lintas dan angkutan di Kota Tasikmalaya dilakukan juga langkah-langkah diantaranya Pengembangan Moda Transportasi Udara sebagai alternatip pelayanan transportasi umum, dengan memanfaatkan Pangkalan Udara Wiriadinata sebagai bandara yang melayani penerbangan sipil, dan mendukung rencana percepatan pembangunan Tol Cileunyi – Tasikmalaya.
Sedangkan Tim Penilai Penghargaan WTN menyampaikan bahwa WTN berdasarkan tahapan penilaian terhadap Administrasi meliputi perencanaan, pendanaan, kelembagaan dan aturan, sumber daya manusia, angkutan, prasarana, lalu lintas, dan lingkungan. Kemudian penilaian Teknis dan Oprasional meliputi sarana, prasarana, lalu lintas, dan pelayanan masyarakat. Selanjutnya penilaian terhadap Komitmen (political will) kepala daerah dan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan dan pembangunan transportasi perkotaan.
Perlu dimaklumi bahwa WTN merupakan penghargaan atas kemampuan daerah dan peran serta masyarakatnya dalam meningkatkan penyelenggaraan kinerja sistem transportasi perkotaan dalam menciptakan sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan, dan menjamin ekuitas hak pengguna. Penilaian kinerja dikelompokkan berdasarkan jumlah penduduk, yaitu Kota Kecil bila penduduknya 100.000 jiwa atau kurang; Kota Sedang bila penduduknya 100.001 s.d. 500.000 jiwa; Kota Besar bila penduduknya 500.001 s.d. 1.000.000 jiwa; dan Kota Raya bila penduduknya diatas 1 juta jiwa. Harapan kita semua, semoga di tahun 2015, Kota Tasikmalaya sebagai kelompok Kota Besar, dengan penduduk tahun 2014 mencapai 657.217 jiwa, mampu meraih Piala WTN.

P1080888_LPSE

PERESMIAN PENGGUNAAN GEDUNG LPSE KOTA TASIKMALAYA

Kamis tanggal 11 Juni 2015, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya memberikan laporan pada peresmian penggunaan gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tasikmalaya, yang beralamat di Komplek Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Jl. Ir H. Juanda No 191, Tasikmalaya.
Hadir dalam acara tersebut, Walikota Tasikmalaya, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai LPSE Provinsi Jawa Barat, Unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah, para pejabat atau yang mewakili SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, ketua atau yang mewakili LPSE kabupaten/kota se-Jawa Barat, utusan Asosiasi Pengusaha serta undangan lainnya.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya dalam laporannya menyebutkan bahwa dasar hukum pembentukan LPSE adalah Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Menindaklanjuti Perpres tersebut, LPSE Kota Tasikmalaya di bentuk berdasarkan keputusan Walikota Tasikmalaya Nomor 550/Kep.193-Dishub/2012 tentang Pembentukan Tim Pengelola Layanan Pengadaan Secara Elekronik (LPSE) Kota Tasikmalaya, dan di launching tanggal 7 Juni 2012, yang saat itu bertempat di Komplek Perkantoran, Jl. Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya. Selanjutnya pembangunan gedung LPSE yang lebih representatif di lingkungan Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, di selesaikan dalam dua tahap yaitu tahun 2013 dan 2014, saat ini siap diresmikan penggunaannya.
Sambutan Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat, DR. H. Dudi Sudrajat Abdurachim, MT menyebutkan bahwa LPSE di bentuk dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyelenggaraan pemerinthan yang bersih (clean government). Sementara Kepala LKPP Republik Indonesia, Ir. Agus Rahardjo, MSM menekankan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui LPSE telah meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, serta mengharapkan barang-barang produk lokal bisa masuk dalam e-catalogue yang di selenggarakan LPSE.
Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman mengharapkan LPSE bukan hanya sarana penunjang dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, namun dapat menunjang Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik, sehingga meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas transaksi, menghindari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, menuju terciptanya good governance.
Demikian sambutan Walikota Tasikmalaya, dilanjutkan gunting pita peresmian penggunaan gedung LPSE Kota Tasikmalaya, diiringi lantunan suara kumandang adzan.

P1080297

LPSE Pindah Kantor

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah unit kerja yang dibentuk di seluruh Kementerian/ Lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah/ lnstitusi Lainnya (K/L/D/I) untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memfasilitasi Unit Layanan Pengadaan (ULP)/ Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/ jasa secara elektronik. Pengadaan barang/ jasa secara elektronik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/ jasa pemerintah.

Dasar hukum pembentukan LPSE adalah Pasal 111 Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah. Sedangkan ketentuan teknis operasionalnya diatur oleh Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Dalam penyelenggaraan sistem pelayanan pengadaan barang / jasa secara elektronik wajib memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Secara kelembagaan LPSE kota Tasikmalaya bersifat ad hoc yang berada di Bidang Komunikasi dan Informatika, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. Pada awalnya kantor LPSE berdampingan dengan gedung Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya yang beralamat di Komplek Perkantoran, Jalan Ir H Juanda Tasikmalaya. Sejak awal April 2015 LPSE memiliki gedung sendiri yang dirancang khusus untuk memfasilitasi rangkaian kinerja dan pendukung lainnya yang berada di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Jl.Ir.H.Juanda No.191 Kota Tasikmalaya atau alamat website http://lpse.tasikmalayakota.go.id                              [Rep.deanra] [uploader.willy]

P1080294

PENERTIBAN PARKIR LIAR

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar parkir liar yang marak terjadi di Pasar Wetan, Kec Cihideung Kota Tasikmalaya. Dishubkominfo Kota Tasikmalaya mengerahkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Parkir dan Bidang Lalu Lintas terjun ke lapangan untuk melakukan penertiban dan penataan parkir liar. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga ketertiban dan keindahan serta kenyamanan  Kota Tasikmalaya

Program kerjasama ini berlangsung 1 minggu, direncanakan hingga akhir April 2015 yang difokuskan di Pasar Wetan. Program penertiban dan penataan parkir liar ini dilaksanakan setiap hari dengan mengerahkan petugas parkir untuk menata kendaraan yang tidak sesuai tempatnya dan petugas lalu lintas untuk menertibkan kemacetan yang disebabkan parkir liar, serta petugas Satpol PP menertibkan pedagang kaki lima yang memenuhi badan jalan.

Dishubkominfo memberikan rambu-rambu parkir di setiap ruas jalan yang telah disediakan, diharapkan pengguna kendaraan dapat mematuhi rambu yang telah disediakan, jika masih ada yang melanggar rambu tersebut, akan dilakukan pemindahan kendaraan yang parkir sembarangan ke tempat yang telah disediakan meski tanpa seizin pemilik kendaraan, khususnya bagi kendaraan bermotor.

Dengan adanya program kerjasama antara Dishubkominfo dan Satpol PP diharapkan pengguna kendaraan dapat parkir ditempat yang telah disediakan agar tidak menimbulkan kemacetan, dan pedagang kaki lima dapat berdagang ditempat yang telah disediakan agar tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki.

Selain itu, Dishubkominfo mengharapkan program penataan dan penertiban parkir liar ini memberi dampak positif bagi masyarakat, sehingga masyarakat merasa nyaman dalam melakukan aktivitasnya, sedangkan pengguna kendaraan dapat menyadari bahwa parkir sembarangan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi semua pihak, baik bagi masyarakat maupun pengguna kendaraan lainnya.  [Rep. Mega] [Uploader. Willy]