P1080289

OPTIMALISASI TERMINAL INDIHIANG SUATU KEHARUSAN

OPTIMALISASI TERMINAL INDIHIANG SUATU KEHARUSAN

Bertempat di Aula Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Kota Tasikmalaya, pada hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2015 diselenggarakan Rapat Optimalisasi Terminal Tipe A Indihiang. Rapat tersebut dipimpin Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya yang didampingi oleh Kepala Bidang Angkutan dan Kepala Bidang Lalu Lintas, dengan peserta adalah seluruh utusan dari Perusahaan Otobis yang beroperasi di Kota Tasikmalaya dan jajaran staf di lingkungan Dishubkominfo Kota Tasikmalaya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dishubkominfo mengemukakan bahwa, pengelolaan terminal akan berubah pasca ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam aplikasinya UU tersebut memerlukan peraturan lebih lanjut seperti Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan sebagainya; namun demikian Pemerintah Kota Tasikmalaya, dalam hal ini diprakarsai Dishubkominfo Kota Tasikmalaya tetap mempersiapkan diri dan berprinsip bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu dan harus berjalan secara optimal.
Salah satu yang menjadi fokus perhatian dan keharusan adalah optimalisasi fungsi Terminal Tipe A Indihiang Kota Tasikmalaya, sebagai satu kesatuan pelayanan angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), Angkutan Perbatasan, dan Angkutan Kota / Perkotaan. Rencana kegiatan dalam rangka optimalisasi fungsi terminal dimaksud adalah penjagaan kendaraan umum supaya masuk ke terminal; pengaturan jam keberangkatan kendaraan; pengaturan kendaraan parkir di dalam terminal; perubahan rute trayek AKAP/AKDP dan angkutan perbatasan; penertiban ojeg, pedagang asongan, kuli panggul, pengamen, dan calo; pembatasan aktifitas perdagangan dan jasa di depan lokasi terminal; manajemen dan rekayasa lalu lintas di ruas jalan depan terminal; meningkatkan daya tarik terminal sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat; serta mengendalikan dan membatasi perkembangan terminal bayangan (Rancabango, Parakanhonje, dan di depan area terminal itu sendiri).
Selain itu dalam kesempatan tersebut direncanakan akan dilakukan evaluasi / kaji ulang atas penetapan Terminal Padayungan sebagai Terminal Tipe B berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 593/KEP.118-DISHUB/2013 tentang Penetapan Lokasi Terminal Tipe B di Jawa Barat, mengingat dari luasan lahan maupun fungsi terminal serta pelayanan yang ada, Terminal Padayungan tidak sesuai apabila difungsikan sebagai Terminal Tipe B. Apabila Propinsi Jawa Barat mengimplementasikan kebijakan pengelolaan Terminal B tersebut, maka perlu pembahasan lebih lanjut.

P1080272

Kota Tasikmalaya Memiliki ATCS, Pengendali Canggih Lalu Lintas

KOTA TASIKMALAYA MEMILIKI ATCS, PENGENDALI CANGGIH LALU LINTAS
Perkembangan sebuah kota tidak terlepas dari masalah lalu lintas, jumlah kendaraan yang selalu bertambah tidak diimbangi kapasitas jalan yang relatif tetap, sehingga kondisi lalu lintas perlu perhatian lebih. Kota Tasikmalaya yang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Priangan Timur dengan jumlah penduduk lebih dari 600 ribu jiwa mengalami hal yang sama dengan kota-kota lainnya dalam masalah lalu lintas, diantaranya terdapat simpul kemacetan di beberapa ruas jalan, penggunaan jalan bukan untuk aktivitas lalu lintas, minimnya sarana prasarana pengatur lalu lintas, dsb.
Menghadapi permasalahan demikian, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika tidak tinggal diam, namun berupaya mencari solusi menghadapinya, diantaranya melalui penggunaan Area Traffic Control System atau yang lebih dikenal dengan istilah ATCS, sarana canggih pengendali lalu lintas.
Berbekal bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maka pada tanggal 17 Oktober 2014, ATCS Kota Tasikmlaya yang memantau 3 titik lalu lintas di persimpangan Jati, Mitra Batik dan Cimulu, diresmikan operasionalisasinya oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Kabar terkini, sejak Februari 2015, pantauan ATCS ditambah 2 titik yaitu persimpangan Dewi Sartika dan Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Hal yang menarik dari ATCS ini adalah video live streaming yang dapat dipantau lewat jaringan internet, artinya bukan hanya pemerintah saja yang dapat memanfaatkan ATCS, namun masyarakat umum juga bisa.
Berdasarkan situs web Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan (http://hubdat.dephub.go.id/), ATCS adalah suatu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui optimasi dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan.
ATCS terdiri dari beberapa sistem utama yaitu Server / Workstation yang berfungsi sebagai pusat operasional untuk memonitor dan mengontrol kondisi lalu lintas dari seluruh persimpangan dalam satu area; Wall Map yang berfungsi menyediakan informasi status dan kondisi dari Local Controller; Local Controller berfungsi sebagai pengontrol persimpangan; Close Circuit Television / CCTV sebagai sarana pemantau; Vehicle Detector sebagai sarana pendeteksi.
Fungsi ATCS adalah mengatur waktu sinyal di persimpangan secara responsif dan terkoordinasi; menyampaikan informasi kondisi lalu lintas dan alternatif lintasan; menyediakan rekaman data lalu lintas, kejadian kecelakaan, dan kejadian lainnya di persimpangan; dalam keadaan tertentu dapat dipergunakan untuk memberikan waktu hijau pada kendaraan yang memiliki prioritas (pemadam kendaraan, ambulance, VVIP, konvoi, dll).
Manfaat ATCS adalah terciptanya optimasi kinerja jaringan jalan; mewujudkan sistem lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat dan berwawasan lingkungan; dan mengurangi jumlah dan beban petugas pengatur lalu lintas di persimpangan. Beberapa kota / daerah yang sudah menerapkan ATCS adalah Jakarta, Bandung, Medan, Solo dan Provinsi Bali.

P1080267

PEMBAHASAN RAPERDA LALU LINTAS DAN ANGKUTAN BERLANGSUNG SERIUS

Pada tanggal 23 dan 24 Februari 2015 bertempat di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya berlangsung pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu hadir unsur Diskominfo Kota Tasikmalaya dan Bagian Hukum Setda Kota Tasikmalaya yang secara serius membahas substansi pasal demi pasal Ranperda dimaksud.
Menurut rencana pada minggu pertama bulan Maret 2015, Ranperda tersebut selesai dibahas di Eksekutif, Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pada minggu kedua Maret 2015 sudah masuk pembahasan di Legislatif, DPRD Kota Tasikmalaya, sehingga diharapkan pada triwulan II tahun 2015 Ranperda tersebut sudah ditetapkan menjadi Perda.
Adapun dasar pertimbangan pengajuan Ranperda tersebut adalah lalu lintas dan angkutan jalan mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya sehingga perlu dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas dan angkutan jalan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah.
Selain itu Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 10 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kota Tasikmalaya sudah tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta perkembangan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian di Kota Tasikmalaya.

DSC_0819

MUSRENBANG SEKTORAL HUBKOMINFO TAHUN 2015 TELAH DILAKSANAKAN

DSC_0819
Walikota Tasikmalaya memberi arahan pada Musrenbang Sektoral di Dishubkominfo


Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Sektoral BidangPerhubungan, Komunikasi dan Informatika(MusrenbangSektoral Hubkominfo) Kota Tasikmalaya Tahun 2015 dilaksanakan pada HariKamis, Tanggal29 Januari 2015, bertempat di Aula Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya. Tujuan acara ini adalah menjaring aspirasi stakeholders untuk perencanaan pembangunan bidang Hubkominfo tahun 2016, sebagai bagian dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tasikmalaya Tahun 2016. Pada kesempatan tersebut hadir Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, H. Heri Ahmadi, SPdI sekaligus memberikan arahan. Kegiatan Musrenbang Sektoral ini  dalam UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional disebut Forum SKPD merupakan salah satu tahapan dalam perencanaan pembangunan daerah yang diharapkan dapat mensinergikan usulan kegiatan hasil musrenbang tingkat kecamatan dan dari stakeholder terkait dengan usulan kegiatan dari SKPD. Menurut Ustad Heri, sapaan akrab Ketua Komisi III ini, proses perencanaan yang dilaksanakan dengan tahapan yang sesuai dengan aturan dan melibatkan banyak pihak dapat menyumbangkan indikator keberhasilan pembangunan sebesar 60%. Selanjutnya usulan kegiatan yang disepakati nantinya harus diukur dengan besaran plafon dan kemampuan anggaran untuk satu tahun anggaran yang dapat direalisasikan dengan menggunakan skala prioritas untuk menentukan program dan kegiatan yang akan diusulkan. Sementara itu Kepala Bidang Fisik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tasikmalaya mengemukakan bahwa Tema Pembangunan Tahun 2016 adalah “Mendorong Kemandirian Ekonomi Dengan Meningkatkan Daya Beli Dan Kualitas Hidup Masyarakat.” Peningkatan daya beli masyarakat akan dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur pendukung pertumbuhan pusat perekonomian; pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional serta sarana prasarana promosi/ pemasaran produk kerajinan/ industri kreatif; pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah; peningkatan produktivitas usaha; penyediaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha; dan peningkatan promosi dan kerjasama investasi. Adapun peningkatan kualitas hidup masyarakat akan dilaksanakan melalui peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan; peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan; peningkatan akses dan mutu layanan jaminan sosial; penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (pmks); peningkatan ketahanan pangan. Sedangkan Rencana Kegiatan Strategis Tahun 2016 yang berkaitan dengan Dishubkominfo adalah Program Pembangunan Infrastruktur Lainnya, dengan Kegiatan Pembangunan Tasik Smart City. Menjelang siang Walikota Tasikmalaya berkenan hadir, sekaligus memberikan arahan, diantaranya bahwa tahun 2016 merupakan Fase Kedua Fokus Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tasikmalaya Tahun 2013 – 2017 yaitu  Mendorong Kemandirian Ekonomi Dengan Meningkatkan Daya Beli Dan Kualitas Hidup Masyarakat; pada tahun 2016 akan dilanjutkan pula upaya pengembangan Lanud Wiriadinata sebagai bandara komersial, dengan mengajukan proposal ke pemerintah pusat melalui anggota DPR RI Dapil IX; dan pembangunan Tasik Smart City sebagai kelanjutan dari Tasik Cyber City yang beberapa waktu lalu pernah dilaksanakan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang. Sebagai penutup Musrenbang Sektoral ini adalah Penandatanganan Kesepakatan (Berita Acara Kesepakatan) Hasil Forum SKPD yang ditandatangani oleh Unsur DPRD / legislatif, eksekutif dan masyarakat.

Pembinaan Petugas Parkir

PEMBINAAN PETUGAS PARKIR

(Dishubkominfo) Senin 14 Januari 2013, bertempat di Halaman Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Parkir telah melakukan pembinaan dan arahan terhadap petugas parkir di lingkungan pemerintah Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dilakukan secara rutin, dalam rangka meningkatkan disiplin dan tanggung jawab petugas parkir dalam melaksanakan tugasnya. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan dan penyerahan Surat Perjanjian Kontrak Kerja bagi para petugas parkir untuk Tahun Anggaran 2013.

Pembinaan Petugas Parkir
Pembinaan Petugas Parkir

Dalam pengarahannya Sekretaris Dishubkominfo (Drs. H. Popon Effendi, M.Pd) menyampaikan, bahwa dalam menjalankan tugasnya, para petugas parkir diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap para pengguna jasa/masyarakat, bertutur kata yang santun, serta menggunakan atribut dan identitas yang resmi. Selain itu kesigapan dan kepekaan terhadap berbagai hal yang terjadi di lapangan diharapkan dapat lebih ditingkatkan yakni dengan memberikan pelayanan kepada seluruh aktivitas masyarakat pengguna jalan dan bukan hanya kepada para pengguna jasa parkir saja, dengan demikian diharapkan ketertiban dan kelancaran lalu lintas dapat ditingkatkan.

(Tim Webnews Dishubkominfo).

Boncengan

TIPS BERSPEDA MOTOR

Boncengan
Boncengan

Tips Selamat dan Nyaman

  1. Periksa, sesuaikan tekanan ban dan suspensi;
  2. Patuhi peraturan lalu lintas, jangan lupa membawa surat-surat yang berlaku;
  3. Lengkapi anak dengan safety gear/perlengkapan keselamatan berkendara yang tepat, antara lain : (a. Helm dengan pelindung wajah dan mata (tidak kebesaran atau kekecilan); b. Kaca Mata; c. Jaket; d. Masker untuk pernafasan; e. Celana Panjang dan f. Sepatu);
  4. Hal yang perlu dijelaskan kepada pembonceng, antara lain : (a. Naik dan turun dari sebelah kiri; b. Bagian sepeda motor yang panas; c. Tidak melakukan pergerakan tiba-tiba, melawan arah kemudi; d. Jangan melepaskan pegangan dan melompat keluar motor; e. Beritahukan pengendara jika mengantuk; f. Tidak turun kaki sebelum sampai tujuan);
  5. Hentikan kendaraan bila pengemudi mengantuk;
  6. Idealnya sepeda motor hanya dapat membawa 2 (dua) orang (1 pengendara dan 1 pembonceng/penumpang);
  7. Berempati dengan pengguna jalan lain;
  8. Senantiasa berdo’a dan berhati-hati.
Boncengan dengan Anak
Boncengan dengan Anak

 

Tips Selamat dan Nyaman membonceng Anak

  1. Idealnya anak harus dibonceng di belakang dengan kedua kaki harus dapat berpijak pada footleg/footstep dengan sempurna;
  2. Tangan anak berpegangan pada pinggang atau perut pengendara;
  3. Bila kaki anak pendek, sebelum dapat berpijak pada footstep, anak dapat didudukan di depan dengan motor tipe bebek, sehingga kaki anak dapat menjejak;
  4. Tangan anak berpegangan di stir/stang bagian dalam sehingga tidak mengganggu putaran gas, grip atau sistem kemudi.

Apa yang harus Dilakukan pengendara sepeda motor sebelum melakukan perjalanan jarak jauh

  1. Mengecek kendaraan (bengkel), mempersiapkannya dan membawa parts cadangan seperti ban dalam, busi dan lampu;
  2. Mempersiapkan barang bawaan yang akan dibawa di kendaraan (pakaian ganti perjalanan, termasuk pakaian dalam, jaket dan celana hujan, plastik pembungkus HP, dompet dan lainnya, makanan dan minuman pendukung yang cukup untuk darurat saja);
  3. Mempersiapkan rute perjalanan (jalur, pemberhentian dan istirahat);
  4. Membuat rencana biaya termasuk biaya tak terduga;
  5. Mencari dan mengumpulkan informasi penting seputar mudik, fasilitas pendukung, keadaan dan situasi jalan serta daerah;
  6. Membiasakan waktu dan jam tidur yang cukup;
  7. Mempersiapkan perlengkapan keselamatan berkendara yang akan dipergunakan (sebaiknya dengan warna terang dan ada reflektornya/scothlight);
  8. Menyiapkan dan membawa surat-surat berkendara
  9. Mempersiapkan kebutuhan mental (a. Sudah mengetahui dan memahami mengenai kondisi dan situasi keadaan jalan mudik; b. Menjaga Kesabaran; c. Mental lebih siap bila perencanaan matang meliputi : kendaraan, biaya, rute, dan perlengkapan keselamatan berkendara; d. Berdo’a sebelum berangkat;) dan fisik (a. Membiasakan tidur dengan waktu yang teratur; b. Melakukan peregangan dan pemanasan sebelum berkendara; c. Disarankan untuk merebahkan badan sesaat agar membuat kita relaks; d. Biasakan bernafas teratur, tarik dari hidung dan buang dari mulut secara teratur) ;
  10. Berhenti untuk istirahat setiap max 2 jam perjalanan;
  11. Gunakan waktu istirahat anda dengan tepat (a. Berbaring sesaat, membuat anda relaks; b. Makan dan minum yang cukup tidak berlebihan; c. Hindari makanan dan minuman dingin karena membuat pengendara cepat lelah dan mengantuk; d. Jangan meminum obat yang membuat fisik dan konsentrasi hilang; e. Makan makanan yang berprotein dan buah).
Pemberian Penghargaan

PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA (WTN)

Kota Tasikmalaya

Kamis, 3 Oktober 2013 Kota Tasikmalaya mendapat piala Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk kategori  lalu lintas tahun 2013. Penghargaan tersebut diterima Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman dari tim penilai Kementrian Perhubungan di Surabaya.

Pemberian Penghargaan
Pemberian Penghargaan

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya H. Aay Zaini Dahlan ATD. MM. menjelaskan, penilaian Wahana Tata Nugraha tidak hanya dilihat dari riil pengaturan lalu lintas di lapangan saja, tetapi juga Political will pemerintah daerah terhadap bidang transportasi, mulai dari pengembangan jalan sampai manajemen rekayasa lalu lintas. Beliau berharap piala tersebut menjadi  pemacu perbaikan sarana transportasi di Kota Tasikmalaya.

H.Budi Budiman
H.Budi Budiman