AWARENESS TRAINING ISO 9001 : 2008

Selasa, 20 September 2016 bertempat di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya diadakan latihan pengenalan ISO  9001 : 2008 untuk pegawai Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. ISO adalah International Organization For Standarization , yaitu organisasi independen, non pemerintah yang berpusat di Geneva (Swiss). Melalui anggotanya yang berjumlah 162 lembaga standar nasional di masing-masing negara, ISO membawa para ahlinya untuk berbagi pengetahuan dan membangun rasa kerelawanan (voluntary), berbasis konsensus, mendorong inovasi dan memberi solusi atas tantangan global. Perwakilan ISO di Indonesia adalah lembaga pemerintah yang disebut Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Standar adalah dokumen yang memuat persyaratan, spesifikasi, pedoman atau karakteristik yang dapat digunakan secara konsisten untuk menjamin bahan, produk, proses dan layanan yang cocok untuk tujuan lembaga. Standar ISO dibangun oleh kelompok para ahli yang tergabung dalam komite teknis yang merupakan perwakilan kalangan industri, lembaga non pemerintah, pemerintah dan stake holder lainnya. ISO telah mempublikasikan lebih dari 21.000 standar internasional yang dapat dibeli langsung dari ISO atau dari anggota ISO, salah satunya adalah ISO 9001 yang merujuk pada standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Pada dasarnya ISO 9001 satu ini adalah standard bagi lembaga untuk mencapai kepuasan pelanggan sehingga pada akhirnya bisnis / pelayanan lembaga tersebut bisa berjalan secara berkesinambungan

ISO 9001 mengalami beberapa revisi diantaranya edisi I : 1987, edisi II : 1994, edisi III : 2000, edisi IV : 2008. Revisi ini perlu dilakukan karena semua standar ISO harus dikaji ulang secara bekala dalam interval tiga tahun sejak di terbitkan; ada keputusan untuk merevisi, membatalkan atau mempertahankan dokumen oleh Subcommitte SC 2 – ISO/TC 176 khusus untuk ISO 9000 series; dan mempertimbangkan berbagai perubahan dalam teknologi, metode dan material baru, persyaratan baru dalam mutu dan keamanan (safety).

Fungsi ISO 9001 : 2008 (ISO 9001 yang direvisi tahun 2008) yaitu sebagai standar  sistem manajemen mutu; alat bantu pengendali untuk mencapai sasaran atau tujuan; dibuat untuk membantu semua jenis dan ukuran organisasi dalam menerapkan sistem manajemen mutu yang efektif; bukan untuk menyeragamkan sistem; tujuan utama untuk mencapai kepuasan pelanggan melalui perbaikan berkesinambungan dan pencegahan ketidak sesuaian.

Prinsip manajemen mutu yang diidentifikasikan dapat digunakan oleh Top Management untuk memimpin organisasi dalam hal memperbaiki kinerja. Prinsip manajemen mutu adalah fokus pelanggan; kepemimpinan; keterlibatan karyawan; pendekatan proses; pendekatan system pada manajemen; perbaikan terus menerus; pendekatan faktual untuk mengambil keputusan; hubungan saling mengungtungkan dengan pemasok.

Klausul ISO 9001 : 2008 mencakup ruang lingkup; acuan normatif; istilah dan definisi; system manajemen mutu; tanggungjawab manajemen; manajemen sumberdaya; realisasi produk; pengukuran, analisa dan perbaikan. Dengan adanya awareness training ISO 9001 : 2008 ini dapat bermanfaat dan bisa di terapkan di Dishubkominfo Kota Tasikmalaya agar system manajemen mutu Dishubkominfo Kota Tasikmalaya jauh lebih baik dan efektif. (reporter : Wina Yuthika, Mela Hermilawati, Randi Gumelar, Richard M. Wayar, Soni Ramdhani)

PERINGATAN HARI PERHUBUNGAN NASIONAL TAHUN 2016

Senin 19, September 2016 bertempat di  Halaman Balai Kota Tasikmalaya, diadakan upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional dirangkaikan dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang jatuh pada tanggal 17 September dan Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (HUT PMI) yang ke – 71, diikuti pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, TNI-Polri; dimulai pukul 07:30 sampai dengan selesai, berlangsung hidmat. Dalam acara ini Walikota Kota Tasikmalaya H. Budi Budiman bertindak sebagai Pembina Upacara,  sekaligus menyampaikan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI).

Dalam sambutannya, Menhub RI mengatakan bahwa peringatan Hari Perhubungan Nasional merupakan momentum yang tepat bagi segenap insan perhubungan, untuk meresapi kembali makna semboyan perhubungan “Wahana Manghayu Warga Pertiwi” yang artinya perhubungan adalah wahana untuk menyejahterakan bangsa dan negara. Sektor perhubungan memiliki peranan yang teramat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sektor transportasi harus dapat menjalin konektivitas antar pulau dan harus mampu mewujudkan aksesibilitas ke seluruh wilayah tanah air Indonesia.

Karena perannya yang teramat strategis itu, segenap sumber daya manusia (SDM) perhubungan dituntut memperkuat kembali komitmen untuk memberikan kerja keras yang nyata di sektor transportasi, selain sebagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa, juga dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema Harhubnas tahun 2016, “Melalui Peringatan Harhubnas Tahun 2016 Kita Tingkatkan Prestasi Kerja Nyata Untuk Mewujudkan Transportasi Yang Aman, Selamat Dan Nyaman”.

Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman juga menyampaikan rasa terimakasih atas prestasi kerja kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, terlebih kepada sektor perhubungan dan ucapan selamat untuk hari jadi PMI yang ke – 71. (reporter : Wina Yuthika, Mela Hermilawati, Randi Gumelar, Richard M. Wayar, Soni Ramdhani)

DISHUBKOMINFO MENSUKSESKAN PON JABAR XIX 2016

Pekan Olahraga Nasional  Indonesia (PON)  adalah pesta olahraga nasional Indonesia yang diselenggarakan untuk mengembangkan bakat olahraga di seluruh kawasan Indonesia, tanpa kecuali. Penyelenggaraannya empat tahun sekali dan daerah penyelenggaraannya ditentukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Penyelenggaraan  Pekan Olahraga Nasional XIX Tahun 2016 akan berlangsung dari tanggal  17-26 September 2016. Diperkirakan Sekitar 8403 atlet di luar atlet tuan rumah, termasuk provinsi baru Kalimantan Utara akan bertemu untuk bertanding secara fair play  untuk mencapai raihan prestosi olahraga tertinggi di Indonesia.

Pekan Olahraga Nasional Indonesia (PON) XIX/2016 terdiridari 44 cabang olahraga, 10 cabang olahraga eksebisi dengan total nomor pertandingan, 365 pertandingan putra, 302 pertandingan putri, 33 pertandingan campuran dan 50 pertandingan terbuka di 61 Venue yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, memperebutkan755 medali emas, 755 medali perak, dan 962 medali perunggu. Empat Catur Sukses yang ingin diraih Jawa Barat adalah Sukses Prestasi, Sukses  Penyelenggaraan, Sukses Perekonomian dan Sukses Administrasi.

Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah PON/XIX cabang roadrace (balap motor) yang diselenggarakan di Sirkuit Bukit Peusar Kel. Cipawitra Kec. Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Dalam rangka mensukseskan pertandingan roadrace tersebut Dishubkominfo Kota Tasikmalaya ikut berperan. Peran perhubungannya adalah mengurus bidang transportasi. Diantaranya :

  1. Penyediaan RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan) portable sebanyak 25 unit di setiap persimpangan.
  2. Pemeliharaaan RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan) sebanyak 4 unit.
  3. PJU (Penerangan Jalan Umum) sebanyak 31 unit.
  4. Penyediaan pesan-pesan elektronik melalui VMS (Variable Message Sign) di setiap persimpangan yang diatur oleh ATCS.
  5. Rekayasa lalu lintas pada saat Kirab Api PON Jabar XIX/2016, pembukaan dan penutupan PON Jabar XIX/2016 termasuk penentuan rute jalur kirab; dan penutupan serta pengalihan arus lalu lintas pada saat pembukaan dan penutupan PON Jabar XIX/2016.

Sedangkan peran komunikasi dan informatika (kominfo) dalam mensukseskan PON Jabar XIX/2016 yaitu membuat jaringan aplikasi yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan para atlet dan panitia pelaksana dalam memenuhi konsumsi, transportasi, akomodasi dan informasi pertandingan. Dalam hal ini Kominfo merekrut operator untuk menjalankan aplikasi GMS ( Game Management System), administrasi keuangan, menyediakan media center (fasilitas untuk para media/netizen mengupload berita seputar pertandingan) dan infrastruktur jaringan TIK.

Dalam hal infrastruktur jaringan tersedia di beberapa tempat yaitu 3 hotel untuk para atlet (Hotel Santika, Harmoni, Crown), 2 hotel untuk panitia pelaksana (Hotel City dan hotel Ramayana), Media Center, SUBPB, Kantor Dishubkominfo dan di Sirkuit Bukit Peusar sebagai venues. Fasilitas yang disediakan di hotel yaitu wifi, laptop, printer, dan barkod (untuk menscan name tag untuk atlet dan panitia pelaksana guna mendapatkan konsumsi dll). Fasilitas lainnya yang tersedia di venues, Kantor Dishubkominfo, SUBPB dan Media Center yaitu laptop, printer, PC, CCTV, dan layar televisi. (reporter : Randi Gumelar, Soni Ramdhani, Wina Yuthika)

PENILAIAN PENGHARGAAN WTN TAHUN 2016

Rabu, 24 Agustus 2016 bertempat di Aula Kantor Walikota Tasikmalaya; H. Budi Budiman,  Walikota Tasikmalaya memberikan sambutan sekaligus memaparkan perencanaan dan perkembangan pembangunan Kota Tasikmalaya, khususnya di bidang perhubungan. Tahun 2015, Kota Tasikmalaya meraih piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Kategori Lalu Lintas Untuk Kota Besar. “Semoga Kota Tasikmalaya bisa meraih lagi piala WTN di tahun 2016 ini”, harap Walikota. WTN merupakan penghargaan atas kemampuan daerah dan peran serta masyarakatnya dalam meningkatkan penyelenggaraan kinerja sistem transportasi perkotaan dalam menciptakan sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien, berkelanjutan, dan menjamin ekuitas hak pengguna.

Tim Penilai Penghargaan WTN tingkat nasional diketuai Dadan M. Ramdan, ATD, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Dadan menyampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan WTN. Maksud diadakannya penghargaan WTN adalah membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan transportasi serta meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan operasional sistem transportasi perkotaan. Adapun tujuannya adalah meningkatkan penyelenggaraan transportasi kawasan perkotaan yang handal, berkelanjutan dan menjamin kesamaan hak pengguna jalan serta meningkatkan peran masyarakat dalam disiplin berlalulintas sehingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan lalulintas.

Selanjutnya dalam paparan tersebut disampaikan Tahapan Penilaian Penghargaan WTN yaitu Tahap 1 penilaian dokumen administrasi, Tahap 2 survei teknis dan operasional dan Tahap 3 penilaian sarana angkutan umum, prasarana, lalulintas, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam penilaian sarana angkutan umum, Dadan berpendapat bahwa “Menurunnya peran angkutan umum perkotaan adalah masalah utama”. Untuk kondisi angkutan umum di Kota Tasikmalaya baik dalam penampilan, kelengkapan tulisan trayek angkutan umum dan nomor urut kendaraan cukup memadai, namun sebagian besar belum dilengkapi tulisan nama perusahaan serta supir angkutan umum belum menggunakan seragam. Untuk angkutan umum tidak dalam trayek (taksi) segala kelengkapan sudah terpenuhi. Sementara untuk angkutan tidak bermotor (delman, becak) perlu diantisipasi agar tidak berpotensi mengganggu lalulintas.

Indikator penilaian untuk prasarana meliputi; pertama, ruang milik jalan (rumija). Rumija di Kota Tasikmalaya tertata baik namun perlu diperhatikan saluran tepi jalan, pemanfaatan jalan sesuai aturan namun pengguna rumija untuk pedagang kaki lima diluar area yang diperuntukan untuk parkir perlu diperhatikan. Saran dari Tim Penilai “Tidak membiarkan pemanfaatan jalan diluar kepentingan lalulintas, kecuali untuk hal-hal tertentu berdasarkan izin”. Kedua, permukaan jalan di Kota Tasikmalaya termasuk baik. Ketiga, fasilitas pejalan kaki cukup baik, akan tetapi terdapat beberapa benda yang berpotensi mengganggu pejalan kaki di trotoar. Keempat, fasilitas penyebrangan pejalan kaki cukup baik, namun marka yang ditemukan banyak yang pudar dan perlu di cat ulang. Kelima, terminal tipe A termasuk baik, tapi perlu diperhatikan kebersihan, kenyamanan, dan lampu penerangan; juga perlu pengoptimalan penertiban pedagang kaki lima agar menempati tempat yang disediakan. Terminal harus dilengkapi ruang tunggu, ruang informasi, ruang kesehatan, toilet dan tempat ibadah. Keenam, tempat pemberhentian bus/halte cukup baik dilengkapi dengan rambu petunjuk halte, namun belum dilengkapi papan trayek dan info tarif angkutan umum. Ketujuh, parkir di badan jalan cukup baik, tertata rapi, petugas parkir juga menggunakan seragam. Poin penting fasilitas parkir adalah  fasilitas parkir di rumija diperuntukan untuk sepeda dan kendaraan bermotor serta dilengkapi rambu, marka, media informasi & waktu.

Prasarana lainnya yaitu marka jalan termasuk baik, hanya perlu sedikit dilakukan pengecetan ulang karena tidak sedikit marka yang sudah mulai pudar; rambu lalulintas cukup baik tetapi agar dilakukan pengawasan rambu yang terhalang oleh daun dan komponen lainnya; penerangan jalan termasuk baik; APILL dan simpang APILL termasuk baik, terdapat zebra cross; simpang prioritas cukup baik tetapi agar dilengkapi zebra cross, marka dan lampu stop.

Indikator penilaian lalulintas meliputi kedisiplinan supir angkot yang dinilai kurang baik, karena sebagian besar belum menggunakan sabuk pengaman dan penggunaan lajur kurang baik. Adapun kedisiplinan pengemudi angkutan pribadi sudah baik, namun ada pengemudi yang berkendara sambil mengoperasikan handphone dan tidak memakai sabuk pengaman atau helm untuk pengemudi roda 2. Sementara disiplin lalulintas pejalan kaki cukup baik.

Poin terakhir penilaian adalah pelayanan kepada masyarakat. Indikator penilaian meliputi keberadaan dan kondisi peralatan pengujian kendaraan bermotor / PKB mekanis. PKB termasuk baik, loket pendaftaran, tempat pengambilan hasil dan gedung pengujian tersedia dengan baik. Alat uji cukup baik tetapi ada beberapa yang sudah tidak berfungsi, sehingga kalibrasi dan pemutakhiran alat uji disarankan. Untuk petugas PKB termasuk baik, petugas menggunakan seragam dan kelengkapan sesuai ketentuan.

Terakhir, Tim Penilai WTN memberikan saran dan tindak lanjut yaitu penambahan kualitas dan pelayanan angkutan umum; meningkatkan program unggulan bidang lalulintas; memaksimalkan keberadaan terminal angkutan umum dan penumpang sebagai simbol jaringan transportasi; pemutakhirkan alat uji kendaraan untuk keselamatan; dan sosialisasi keselamatan lalu lintas angkutan jalan / LLAJ bersama stokeholder terkait.

(Reporter: Mela Hermilawati, Randi Gumelar R).

UJI COBA PARKIR ONLINE

Tanggal 12 dan 15 Agustus  2016, bertempat di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya diadakan sosialisasi pengelolaan parkir berbasis sistem informasi manajemen (management information system / MIS) menggunakan aplikasi berbasis Android dan Web atau dikenal dengan parkir online yang dilakukan oleh CV. Lintas Jasa, dihadiri jajaran Dihubkominfo Kota Tasikmalaya khususnya UPTD Parkir.

Tidak dapat dipungkiri, di era keterbukaan informasi dan demokrasi saat ini, tuntutan peningkatan pelayanan yang diharapkan masyarakat sangat tinggi. Berbekal kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya tertarik untuk mengaplikasikan sistem perparkiran online. Metode ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja terutama peningkatan kapasitas, efisiensi dan efektifitas kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan dengan sumber daya yang ada.

Berbeda dengan sistem perparkiran di badan jalan sistem manual, parkir online ini membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras tersebut berupa smartphone dengan sistem operasi android dan printer termal portable sedangkan perangkat lunaknya berupa aplikasi yang dapat melakukan tugas pencatatan data parkir masuk, parkir keluar, dan perhitungan billing berdasarkan durasi lamanya waktu parkir. Nantinya, data parkir kendaraan tersebut akan disimpan dalam database server.

Uji coba parkir online ini, rencananya dilaksanakan di 3 titik ruas jalan KH. Zaenal Mustofa, Kota Tasikmalaya selama satu minggu terhitung Senin tanggal 15 Agustus 2016. Petugas parkir yang berada di titik tersebut akan dibekali mekanisme operasional parkir, dengan catatan meskipun menggunakan sistem parkir online namun tarif yang dikenakan masih sama seperti sistem manual. Semoga sukses. (reporter: ulfah azizah / mela hermilawati / wina yuthika)

EVALUASI OPTIMALISASI JALAN MANGIN

Senin, 1 Agustus 2016 dilaksanakan rapat evaluasi optimalisasi Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) bertempat di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB, dipimpin H. Aay Zaini Dahlan selaku Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, dihadiri Organda, Dishub Kabupaten Tasikmalaya, Satlantas Polresta Tasikmalaya, Pokja/Pengurus Angkutan Kota dan unsur warga. Tujuan rapat adalah evaluasi dan identifikasi masalah yang terjadi selama uji coba optimalisasi Jalan Mangin melalui pelayanan angkutan umum.

Masalah yang terjadi saat optimalisasi Jalan Mangin adalah keluhan pengusaha dan pengemudi carry dan gelebeg terhadap perubahan rute. Masalah ini harus segera dicari solusinya karena sepinya penumpang dan kekhawatiran pengguna jasa atas bertambahnya pengeluaran untuk tarif angkutan. Selain itu, permasalahan yang dikeluhkan adalah kurangnya prasarana terminal bagi angkutan kota 04.

Setelah melakukan identifikasi permasalahan, pihak berwenang harus mencari solusi agar masalah segera terpecahkan dan optimalisasi Jalan Mangin tetap dilanjutkan. Sosialisasi kepada pihak terkait lebih ditingkatkan melalui media masa, kemudian perubahan rute yang diminta pengusaha dan pengemudi carry dan gelebeg mendapat solusi yaitu pengaturan trayek tetap seperti yang diuji-cobakan namun hanya diubah periodesasi waktu. Sementara itu angkutan kota 04 tetap beroperasi melayani trayek sampai Cikadongdong dan segera merealisasikan rencana pembangunan terminal tipe C Mangkubumi. Hal lain yang diperlukan untuk optimalisasi Jalan Mangin ini adalah melengkapi fasilitas dan perlengkapan di jalan tersebut. Selain itu, dihimbau agar ada kebijakan tarif untuk angkutan kota 04.

Semoga setelah dilaksanakannya rapat evaluasi optimalisasi Jalan Mangin ini pelayanan angkutan berjalan dengan lancar, dan mendapat dukungan dari semua pihak agar akselerasi perkembangan daerah baik dari segi ekonomi maupun sosial di kawasan ini berdampak pada pemerataan pembangunan di wilayah Kota Tasikmalaya. (reporter : Mela Hermilawati, Randi Gumelar, Soni Ramdhani, Wina Yuthika, Richard M. Wayar).

PEMBAHASAN PARKIR DI LUAR BADAN JALAN

Jum’at, tanggal 29 Juli 2016, diadakan rapat pembahasan rancangan perubahan Peraturan Walikota tentang Penyelenggaraan Parkir Di Luar Badan Jalan di Kota Tasikmalaya bertempat di Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya yang dihadiri para pemilik lahan dan pengelola parkir. Rapat ini merupakan lanjutan dari rapat yang diadakan pada tanggal 31 Mei 2016.

Substansi rapat adalah membahas pertimbangan dalam penyesuaian tarif parkir yang diperkirakan akan naik, hal ini terjadi karena melihat perkembangan yang terjadi pada saat bulan Ramadhan (bulan Juni) kemarin, dimana pada saat bulan tersebut pendapatan memuncak tetapi setelah bulan Ramadhan berakhir pendapatan menurun dan tidak mencapai target yang diinginkan.

Tanggapan muncul dari masyarakat, banyak yang keberatan karena biaya parkir mendadak naik dari biaya sebelumnya, bukan hanya saat bulan Ramadhan saja, namun saat ini juga masih ada beberapa lokasi parkir di luar badan jalan yang menaikan tarif parkir tanpa izin dari Pemkot Tasikmalaya.

Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penyesuaian tarif parkir, yaitu telah diundangkannya Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 15 Tahun tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Tasikmalaya, dimana pada pasal 56 menyebutkan Pemerintah Daerah berwenang mengatur penyelenggaraan parkir di daerah. Selain itu adanya permohonan penyesuaian tarif dari pengelola parkir diluar badan jalan.

Pertimbangan lain penyesuaian tarif diantaranya tarif parkir yang berlaku saat ini masih mengacu pada Perwarkot lama dan pengelola jasa parkir merasa terbebani dengan keadaan keuangan perusahaan; besaran kenaikan tarif harus mempertimbangakan semua pihak; kenaikan tarif harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan; perlunya pengecualian bagi kendaraan yang hanya melakukan drop-off (naik-turun saja); dan penyesuaian tarif juga harus berbanding lurus dengan pajak.

Kewenangan tarif ada di pemilik lahan atau pengelola parkir, namun harus diatur oleh pemerintah daerah, karena hal ini mengacu pada pungutan masyarakat, sehingga diharapkan parkir itu dijadikan penunjang usaha bukan lahan usaha.

Penyesuaian tarif akan dilakukan, akan tetapi angka belum bisa disebutkan. Dishubkominfo Kota Tasikmlaya sudah memegang angka / tarif parkir di lingkungan Kota Tasikmalaya, selanjutnya tinggal diputuskan dalam bentuk Peraturan Walikota Tasikmalaya. Kadishubkominfo Kota Tasikmalaya, H. Aay Zaini Dahlan menghimbau kepada pengelola “Sebelum ada Peraturan Walikota jangan menaikan tarif dahulu, karena secepatnya rancangan akan dibuat”. (Reporter Randi Gumelar, Mela H, Wina Y).

AKTIVITAS UPTD PARKIR

Apel pagi bagi petugas parkir wajib dilakukan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Petugas parkir yang mengikuti apel diantaranya petugas parkir honorer kategori II, mereka inilah yang selalu menyerahkan setoran parkir atau disebut retribusi parkir kepada bendahara penerima di UPTD Parkir Dishubkominfo Kota Tasikmalaya tiap sesudah apel pagi dilaksanakan.

Perlu dimaklumi petugas di UPTD Parkir terbagi atas petugas parkir operasional lapangan dan petugas administrasi. Untuk petugas parkir operasional lapangan terbagi dua kelompok yaitu tenaga honorer kategori 2 termasuk didalamnya pegawai honorer lepas dan yang terakhir yaitu petugas parkir yang melaksanakan tugas di jalanan / lapangan yang bersifat instidentil atau sementara .

Tugas petugas parkir operasional lapangan diantaranya melakukan pemungutan retribusi parkir dari pengguna area parkir, penyetoran retribusi kepada bendahara penerima Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, pengawasan dilapangan terhadap kesiapan para petugas pemungut parkir. Sementara itu petugas administrasi bertugas melakukan penataan, dan pembukuan pada kantor UPTD Parkir seperti pencatatan dan pendistribusian karcis parkir, pengontrolan terhadap penyusun karcis parkir yang telah diberikan kepada petugas parkir. Sedangkan untuk pekerjaan yang sifatnya koordinasi UPTD Parkir secara berjenjang melaporkan kepada pimpinan dinas sejauh mana pekerjaan pada UPTD Parkir dalam hal ketercapaian target retribusi parkir.

Target yang dibebankan kepada UPTD Parkir dalam pemungutan retribusi parkir telah ditetapkan (ada target) yang menjadi tanggung jawabnya. Selanjutnya target tadi di di break down (diurai) lagi dalam operasional kerja sehari-hari sehingga target tersebut meliputi target perbulan dan ada juga yang pertahun. ”Harapan kedepannya, semoga petugas di UPTD Parkir makin matang dan bersemangat dalam menjalankan aktifitasnya sehingga beban yang kami emban yaitu terget tadi  terlampaui atau aman” ujar Hamzah selaku Kasubag UPTD Parkir. (Reporter : Teni Sri Novianti / Rika Silvia / Wina Yuthika / Mela)

WALIKOTA TASIKMALAYA SIDAK KE DISHUBKOMINFO

Senin, tanggal 11 Juli 2016, adalah hari pertama masuk kerja, pasca cuti bersama Idul Fitri 1437 H. Pagi itu, setelah apel pagi dan halal bilhalal dengan aparatur sipil negara (ASN) bertempat di Balekota, Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa satuan kerja  perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, termasuk Dishubkominfo. Sidak tersebut dimaksudkan untuk memantau tingkat kedisiplinan ASN yang ditunjukkan dengan tingkat kehadiran dan tingkat pelayanan kepada masyarakat pasca cuti bersama.

Saat sidak di Dishubkominfo, Jl. Ir. H. Juanda No.191 Tasikmalaya, Walikota mengunjungi Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengujian Kendaraan Bermotor (UPTD PKB); didampingi Kepala Badan Kegawaian Daerah (BKD); Kepala Dishubkominfo dan jajarannya, serta unsur Bagian Humas. Pada kesempatan tersebut  Walikota Tasikmalaya melihat alat-alat uji kendaraan bermotor dan melakukan dialog dengan petugas PKB. Walikota dengan serius mendengarkan penjelasan dari petugas PKB.

Mendapat penjelasan demikian dan memperhatikan kondisi PKB, Walikota berpendapat bahwa PKB mempunyai nilai strategis dalam menentukan baik buruknya urusan perhubungan. Berkenaan alat-alat uji kendaraan yang sangat rentan terhadap kerusakan karena tiap hari dipergunakan, Walikota mengapresiasi harapan petugas PKB untuk melakukan revitalisasi alat-alat uji bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pembelian alat-alat uji baru bila anggarannya memungkinkan.

Secara umum, Walikota kelihatan puas atas pelayanan Dishubkominfo Kota Tasikmalaya karena Walikota menyadari peran ASN Dishubkominfo yang sangat strategis terutama saat menghadapi Idul Fitri / Lebaran. Bukan hanya peran PKB saja tapi juga tuntutan operasional pengawasan lalu lintas dan pengendalian angkutan penumpang dan barang juga memegang peran vital di momen Lebaran ini.

Menanggapi kedatangan sidak Walikota Tasikmalaya beserta jajarannya, H. Aay Zaini Dahlan selaku Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya berujar. ”Sebenarnya ASN Dishubkominfo Kota Tasikmalaya tidak berlaku cuti, karena disibukkan dengan pelaksanaan operasi Ramadniya 2016 / pengamanan Idul Fitri 1437 H. dari mulai H-7 s/d H+7, sehingga cuti akan diberikan secara bergilir mulai dari tanggal 18 Juli 2016 mendatang”. (reporter Teni Sri Novianti Rika Silvia).

KESIBUKAN DISHUBKOMINFO HADAPI LEBARAN

Perayaan Idul Fitri atau Lebaran 1437 H. jatuh tanggal 6 dan 7 Juli 2016. Peristiwa tahunan tersebut membuat beberapa instansi pemerintah harus bekerja keras, termasuk didalamnya Dishubkominfo Kota Tasikmalaya. Salah satu yang harus dipersiapkan Dishubkominfo Kota Tasikmalaya adalah melengkapi fasilitas lalu lintas seperti pemasangan penerangan jalan umum / PJU, traffic light, warning light, pemantauan lalu lintas melalui ATCS, dsb. “Memang setiap Lebaran, saya dan rekan-rekan selalu siaga dalam kegiatan seperti ini” ungkap Cecep salah satu ASN di Dishubkominfo Kota Tasikmalaya.

Selain melengkapi fasilitas lalu lintas, juga dilakukan pengawasan kendaraan angkutan penumpang dan barang. Tujuan pengawasan terhadap kendaraan angkutan penumpang adalah mengetahui laik jalan atau tidaknya kendaraan penumpang; dan menjamin kelancaran lalu lintasnya. Sementara untuk angkutan barang dibuat larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Tujuan larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang adalah menjamin kelancaran lalu lintas kendaraan angkutan penumpang semasa Lebaran.

Upaya lain yang dilakukan Dishubkominfo Kota Tasikmalaya dalam rangka Lebaran ini adalah melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota melalui pendirian posko bersama pemantauan Lebaran di terminal dan di beberapa titik – titik strategis lalu lintas kendaraan; termasuk juga meniadakan kegiatan car free day (CFD) pada tanggal 3 dan 10 Juli 2016. CFD akan akan kembali digelar satu minggu pasca lebaran yaitu tanggal 17 Juli 2016.

Kesiapsiagan menghadapi Lebaran ini, direspon oleh Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman dengan melakukan monitoring saat malam Lebaran 1437 H. (malam takbiran) pada lokasi-lokasi tertentu seperti Terminal Type A, Posko / Pos Polisi Rancabango, ATCS Dishubkominfo, Pos Polisi Linggajaya, Pos Polisi Cisumur, RSU dr. Soekardjo, Stasiun Kereta Api dan Tugu Adipura. Dalam acara monitoring tersebut Walikota Tasikmalaya didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Sekretaris Daerah, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala Dishubkominfo, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kantor Kesbangpol, Kepala Satpol PP dan Linmas, dll. (reporter Teni Sri Novianti / Rika Silvia)