TANGGAL 25 DESEMBER 2016 DAN 1 JANUARI 2017, CFD DITIADAKAN

Pada tanggal 15 Desember 2016, diadakan rapat pembahasan evaluasi Car Free Day (CFD) bertempat di Aula LPSE Kota Tasikmalaya yang dihadiri oleh Tim Koordinasi CFD dan para komunitas yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan CFD. Rapat ini merupakan kegiatan berkala yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan CFD selama 3 bulan sekali dengan membahas permasalahan yang timbul saat CFD berlangsung.

Substansi dari rapat tersebut adalah membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi selama pelaksaan CFD berlangsung dan memberikan solusi terbaik sebagai penyelsaian masalah tersebut. Dari beberapa tanggapan peserta rapat yang hadir sebagian besar mengungkapkan keluhannya mengenai ruang pejalan kaki yang sangat minim dikarenakan ruas jalan yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pejalan kaki pada kenyataannya dilapangan digunakan untuk aktifitas berjualan oleh para pedagang baik makanan maupun barang yang memenuhi sepanjang ruas jalan K.H. Zaenal Mustofa.

Adapaun hasil dari rapat evaluasi pembahasan CFD yang disampaikan oleh Kabid Lalin Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, H. Ahmad Suparman, SSTP,M.Si  bahwa CFD tetap diadakan namun dengan catatan para pedagang harus tertib tanpa mengganggu aktifitas pejalan kaki dengan menaati tata tertib pelaksanaan CFD dan melaksanakan aturan dari pemerintah. Untuk mendukung hal tersebut petugas dilapangan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan CFD, khususnya keberadaan para pedagang. Selain hal tersebut hasil rapat evaluasi menyatakan pada tanggal 25 Desember 2016 dan 1 Januari 2017, CFD akan dihentikan untuk sementara dikarenakan adanya perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. Kepada masyarakat yang biasa mengikuti CFD diharap maklum. (Reporter: Ulfah Azizah)

PERIHAL PARKIR DI KOTA TASIKMALAYA

Bagaimana jika dalam  menjalankan usahanya, perusahaan dagang ingin membuat lahan parkir yang di kelola secara intern? Jawabannya,  bagi pengusaha yang akan membuat fasilitas parkir yang memenuhi standar, harus sesuai dengan Perda Kota Tasikmalaya No 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan Perda tersebut, parkir di bagi 2 jenis yaitu :

  1. Parkir di tepi jalan (on-street parking) yakni parkir dengan menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.
  2. Parkir di luar badan jalan (off-street parking) yakni parkir kendaraan di luar badan jalan, bisa di halaman gedung perkantoran, supermarket atau khusus tempat parkir.

Plt. Kepala UPTD Parkir Dishubkominfo Kota Tasikmalaya Hamzah Diningrat, Senin, 19 Desember 2016 menjelaskan bahwa parkir di luar badan jalan dimiliki oleh swasta dan di kelola oleh swasta. Adapun bila lahan parkir pemerintah di kelola swasta maka pengusaha tersebut wajib memiliki surat IPTP (Izin Pengelolaan Tempat Parkir). “Permohonan izin disampaikan secara tertulis kepada Kepala Dishubkominfo dengan dilengkapi dengan persyaratannya yakni tanda bukti penguasaan tanah atau sertifikat atau bukti kerjasama; dokumen atau izin lingkungan; izin gangguan; izin mendirikan bangunan bagi gedung parkir; tata letak posisi tempat parkir; salinan kartu tanda penduduk (KTP); salinan akta pendirian perusahaan yang berbadan hukum; surat kuasa bermaterai bagi pengurusan izin usaha yang dikuasakan; dan pernyataan kesanggupan melaksanakan undang-undang diatas materai; setelah itu ditindak lanjuti untuk diputuskan diizinkan atau ditolaknya permohonan tersebut” .

Perusahaan penyedia jasa lahan parkir harus patuh dan taat pada peraturan yang ada; setiap pengelola parkir juga wajib menyetorkan pajak parkir sebesar 25% dari jumlah penerimaan bruto. Pihaknya berharap koordinasi antara pengusaha dan petugas / aparat terkait baik yang bersangkutan dengan teknis lapangan maupun administrasi harus terus di tingkatkan. (Reporter: Cecep Y.F., Rachman D., Muhammad H.S.)

STUDY BANDING KIM KE FORUM KIM BANDUNG JUARA

Dalam rangka memperluas wawasan, dan meningkatkan pengetahuan pengurus Kelompok Informasi  Masyarakat (KIM) se-Kota Tasikmalaya, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya mengajak Ketua KIM dan / atau pengurus KIM lainnya dari masing-masing kelurahan se-Kota Tasikmalaya melakukan  study banding pengelolaan KIM ke Forum KIM Bandung Juara, Kota Bandung yang akan dilaksanakan pada Hari Senin – Selasa, Tanggal 5 – 6 Desember 2016.

Hari Senin, bada sholat shubuh, sekitar pukul 04.30 WIB peserta study banding sudah berkumpul di lapangan parkir Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, Jl. Ir. H. Juanda No. 191 Tasikmalaya. Selanjutnya dengan menggunakan 2 buah bus tiga per empat, rombongan KIM Kota Tasikmalaya bergerak menuju Kota Bandung.

Setiba di Kota Bandung, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya yang dipimpin oleh H. Yeyep Nasihin, Sekretaris Dishubkominfo  dan KIM Kota Tasikmalaya yang dipimpin H. Tb. Oom Abdurrahman, Ketua Forum Komunikasi KIM diterima Diskominfo Kota Bandung dan Forum KIM Bandung Juara di Gedung PGN, Jl. Braga No. 38 Bandung. Diskominfo Kota Bandung diwakili Tetty Siti Hasanah, Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi serta Eli Harliani, Kepala Bidang Diseminasi Informasi yang menyambut gembira dan apresiasi atas kedatangan rombongan dari Dishubkominfo dan KIM Kota Tasikmalaya. Menurut Eli, di Kota Bandung terdapat beberapa KIM yang berprestasi diantaranya KIM Kelurahan Mekarjaya dan Sukabungah.

Sementara itu Ketua Forum KIM Bandung Juara Yus Hartiman, dalam paparannya menyatakan bahwa di Kota Bandung telah terbentuk 151 KIM di kelurahan-kelurahan, dengan harapan bahwa KIM Kota Bandung dapat berkiprah maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu program pemerintah. Yus menjelaskan, berdasarkan potensi di masyarakat, KIM Kota Bandung dibagi dalam 3 (tiga) kelompok bidang, yakni KIM yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, KIM yang bergerak di bidang sosial dan KIM yang bergerak di bidang ekonomi. Salah satu kekuatan KIM di Kota Bandung adalah penguasaan data dan informasi, oleh sebab itu dalam rangka bertukar informasi; media yang digunakan adalah WhatsApp (WA), yang dikenal cepat dalam melakukan pertukaran data dan informasi. Seluruh pengurus KIM saling bertukar informasi dan para Kepala SKPD termasuk Walikota Bandung menindaklanjuti informasi yang tersebar di WA tersebut.

Menjelang sore, peserta study banding menuju Lembang untuk menginap; besoknya dilanjut acara outbond / fun games dalam rangka perkenalan sesama pengurus KIM karena diakui antar pengurus KIM kelurahan se-Kota Tasikmalaya masih banyak yang belum saling kenal, kemudian untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan warga KIM Kota Tasikmalaya, yang mempunyai motto / slogan KIM Kota Tasikmalaya BISAAAAA. Semoga.

KUNJUNGAN KERJA MENHUB DI KOTA TASIKMALAYA

Pasca kunjungan kerja di Pangandaran, pada hari Sabtu, 12 Nopember 2016, dengan menggunakan Pesawat Kemenhub PK-CAO, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bersama rombongan tiba di Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, untuk melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka optimalisasi Lanud Wiriadinata menjadi bandara sipil. Setibanya di Lanud Wiriadinata sekitar Pukul 14.30 WIB, Plt. Walikota Tasikmalaya, H. Abas Basari menyambut dan mengalungkan bunga kepada Menteri Perhubungan RI, diiringi tarian tradisional Sunda sebagai bentuk upacara penyambutan.

Pasca upacara penyambutan, Menteri Perhubungan RI menuju ruang pertemuan di area Lanud Wiriadinata untuk mendapatkan paparan berkenaan optimalisasi Lanud Wiriadinata menjadi bandara sipil. Dalam kata sambutannya, Plt Walikota Tasikmalaya, H. Abas Basari menyampaikan kronologis optimalisasi Lanud Wiriadinata sebagai bandara yang melayani penerbangan sipil, sejak tahun 2004. Selanjutnya Kepala Dishubkominfo, H. Aay Zaeni Dahlan menyampaikan paparan teknis berkaitan upaya yang telah dilaksanakan. Selepas paparan, dengan menggunakan kendaraan dinas Pemkot Tasikmalaya, Menteri Perhubungan RI dan rombongan meninjau landasan ke arah run away 33 dan dilanjutkan dengan pengecekan keberadaan depo pertamina di arah run away 15.

Pasca peninjauan lapangan Menhub memberi komentar didepan para wartawan  “Ternyata Lanud ini sudah cocok dan memenuhi standar untuk dipakai penerbangan komersil”. Mengenai kelengkapan syarat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Plt. Walikota Tasikmalaya dan Danlanud untuk segera melengkapinya seperti pemadam kebakaran, X-ray dan penyusunan organisasi. Menurutnya, landasan Lanud Wiriadinata sudah cukup baik, namun perlu dilengkapi termasuk panjang landasan dan saat ini pihak Kementerian Perhubungan baru akan memberikan izin untuk jenis pesawat maksimal ATR-72.

TALKSHOW, MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Talkshow adalah sebuah program televisi atau radio dimana seseorang ataupun kelompok orang mendiskusikan berbagai topik dengan suasana santai tapi serius, dipandu seorang moderator, biasanya diikuti dengan menerima telpon dari para pendengar / penonton yang berada di rumah ataupun ditempat lain. Berdasarkan Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 009/SK/KPI/8/2004 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, Pasal 8 disebutkan bahwa talkshow termasuk program faktual, merujuk pada program siaran yang menyajikan fakta non-fiksi. Dengan demikian talkshow termasuk media informasi dan komunikasi. Selama tahun 2016 Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menyelenggarakan 16 kali talkshow di radio dan 1 kali talkshow di televisi.

Talkshow yang dilaksanakan di Radio Galuh adalah pada tanggal 3 Februari 2016 dengan nara sumber dari Dinkes Kota Tasikmalaya.; tanggal 10 Februari 2016 dengan nara sumber dari Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya;  tanggal 17 Februari 2016 dengan nara sumber dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya; tanggal 24 Februari 2016 dengan nara sumber dari BPBD Kota Tasikmalaya.

Selanjutnya pada tanggal 2 Maret 2016 dengan nara sumber dari BKBPMPPPA Kota Tasikmalaya; tanggal 16 Maret 2016 dengan nara sumber dari Disdik Kota Tasikmalaya;  tanggal 23 Maret 2016 dengan nara sumber dari Bagian Pembangunan dan Kerjasama Daerah Setda Kota Tasikmalaya; tanggal 30 Maret 2016 dengan nara sumber dari Dishubkominfo Kota Tasikmalaya (seharusnya dari BKD Kota Tasikmalaya; namun tidak bisa hadir dikarenakan ada halangan dinas lain). Sedangkan talkshow di Radar TV hanya dilaksanakan satu kali yaitu pada tanggal 8 Maret 2016 pukul 20.00 s.d. selesai dengan nara sumber adalah H.I.S. Hidayat, SH, MSi. (Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya) dan Ukim Sumantri, S.Sos, (dari Bappeda Kota Tasikmalaya).

Adapun talkshow yang dilaksanakan di Radio Tamala FM adalah pada tanggal 14 September 2016 dengan nara sumber dari Disdukcapil Kota Tasikmalaya; tanggal 21 September 2016 dengan nara sumber dari Disbudparpora Kota Tasikmalaya; tanggal 28 September 2016 dengan nara sumber dari KPU Kota Tasikmalaya; tanggal 26 Oktober 2016 dengan nara sumber dari Lanud Wiriadinata Tasikmalaya; tanggal 2 Nopember 2016 dengan nara sumber dari Polres Tasikmalaya Kota; tanggal 9 Nopember 2016 dengan nara sumber dari  Dishubkominfo Kota Tasikmalaya; tanggal 16 Nopember 2016 dengan nara sumber dari BKBPMPPPA Kota Tasikmalaya; serta tanggal 23 Nopember 2016 dengan nara sumber dari Panwaslu Kota Tasikmalaya.

DISHUBKOMINFO MENGGELAR SEMINAR TENTANG PITA LEBAR

Rabu, 9 Nopember 2016, pukul 09.00 WIB, bertempat di Krakatau Ballroom Hotel Horison, Jl. Yudanegara No.63, Tasikmalaya diselengarakan seminar oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, sebagai bagian dari kegiatan perencanaan pembangunan sarana utilitas saluran serat optik bersama bawah tanah (ducting perkotaan). Tema seminar yang diambil adalah “Penyedian Infrastruktur Pitalebar Untuk Mendukung Peningkatan Daya Saing Kota Tasikmalaya”.

Seminar diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, laporan panitia pelaksana oleh Sekretaris Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, serta sambutan dan pembukaan oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya. Seminar tersebut dihadiri sekitar 135 orang utusan SKPD dan kelurahan lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya; menghadirkan tiga narasumber, yakni Direktur Pengembangan Pitalebar Direktorat Jendral Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo RI yang diwakili Kepala Seksi Evaluasi Infrastruktur Telekomunikasi Pitalebar, Ary Budi Sulistyo; Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), Gerry Firmansyah; dan Direktur Utama Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika, Jamuri. Tujuan seminar diantaranya memberikan pemahaman kepada peserta tentang pitalebar dan mensosialisasikan program kerja Pemerintah Kota Tasikmalaya di sektor telekomunikasi dan informatika.

Pembangunan pitalebar (broadband) sangat relevan dengan visi Indonesia Tahun 2025 sebagaimana dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Tahun 2011-2025. Dalam upaya meraih sebagai negara dengan pendapatan tinggi pada tahun 2025, dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya pitalebar menjadi hal penting. Pengembangan Pitalebar nasional harus dilakukan untuk meningkatkan daya saing nasional dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pola pembangunan yang inovatif, komprehensif, dan terintegrasi sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan ekosistem pitalebar Indonesia dan mengejar ketertinggalan dari negara lain, oleh sebab itu diperlukan terobosan pola pembangunan TIK di Indonesia. Dalam hal ini, Pemerintah telah menyusun Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) Tahun 2014-2019 untuk memberikan arah dan panduan bagi percepatan perluasan pembangunan pitalebar di Indonesia yang komprehensif dan terintegrasi dengan menggunakan sumber daya secara efisien.

Pembangunan pitalebar di Kota Tasikmalaya berorientasi kepada ekosistem yang mencakup seluruh aspek baik penyediaan prasarana, penggunaan dan adopsi, maupun pengembangan sumber daya manusia secara komprehensif dan terintegrasi dengan menggunakan sumber daya antara lain dark fiber, pipa, tiang, menara, dan pendanaan secara efisien. Kota Tasikmalaya dituntut menjadi Smart City sebagaimana Smart City lainnya di dunia. Satu diantara indicator Smart City adalah tersedianya infrastruktur pitalebar yang mudah, efisien dan maksimal dijangkau publik. Kota Tasikmalaya harus menyediakan infrastruktur pitalebar yang dapat digunakan oleh pemerintah maupun swasta. Untuk itu Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya  sedang melaksanakan kegiatan Detail Engineering Design (DED) Pembangunan Infrastruktur Pitalebar Kota Tasikmalaya guna memenuhi kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Berbicara infrastruktur pitalebar, berarti berbicara serat optik sebagai media transmisi telekomunikasi, dimana ruang/tempat serat optiknya berada pada ducting (pipa bersama) sehingga tidak menimbulkan kesemrawutan yang sangat mengganggu estetika kota dan membahayakan keselamatan. Semoga Kota Tasikmalaya sebagai Smart City dapat segera terwujud. (Reporter: Juwita Henning Pratiwi)

PELATIHAN PENGELOLAAN WEBSITE BAGI ASN SKPD/KELURAHAN

Website berfungsi sebagai media informasi, komunikasi, pendidikan, promosi dan pemasaran. Dalam Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government , pembuatan website merupakan strategi ke 6. Strategi ini merupakan tingkat pertama dari empat tingkatan dalam tahapan pengembangan e-Government di Indonesia (webpresence, interaction, transaction dan transformation / integration) dengan sasaran agar masyarakat mudah memperoleh akses informasi dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan demokrasi menggunakan media internet.

Merujuk pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, website Pemerintah Daerah dan SKPD dapat digunakan sebagai media untuk menyebarluaskan informasi publik yang wajib disediakan dan diumumkan oleh badan publik secara berkala, serta dapat diperoleh setiap pemohon informasi publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana.

Dishubkominfo Kota Tasikmalaya yang memiliki tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika, tentu punya kewajiban mengelola media informasi dan komunikasi masa kini yaitu website; termasuk didalamnya meningkatkan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan pengelolanya.

Pada hari Rabu dan Kamis tanggal 2 dan 3 Nopember 2016 bertempat di Aula LPSE Lantai 1 dan 2, Kompleks Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, bidang Kominfo menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan website resmi SKPD/ Kelurahan di lingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya. Menurut salah seorang panitia bagian registrasi, peserta pelatihan kali ini berjumlah 120 orang yang berasal dari SKPD / kelurahan dan dari Dishubkominfo; mereka adalah para pengelola website pada domain tasikmalayakota.go.id dan sub domainnya.

Diharapkan melalui pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan aparatur sipil negara (ASN) SKPD / kelurahan agar mampu mengelola informasi dengan akurat dan informatif serta mampu meng-upload-nya sehingga pengelolaan websitenya berjalan optimal. (Reporter: Juwita Henning Pratiwi)

PENYEBARLUASAN INFORMASI MELALUI PERTUNJUKAN RAKYAT

Minggu, 30 Oktober 2016, bertempat di lokasi Car Free Day (CFD),  Jl. HZ. Musthofa; Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan penyebarluasan informasi melalui pertunjukkan rakyat. Kegiatan ini di adopsi dari daerah yang sudah relatif maju dalam hal penyelenggaraan acara seperti ini seperti Karawang, dan merupakan kali kedua setelah pertama kalinya digelar di lokasi yang sama pada tanggal 8 Nopember 2015.

Tepat di samping tugu Adipura, Jl. KHZ. Musthofa, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya menyediakan sebuah panggung untuk digelarnya pertunjukan rakyat. Grup pelestari budaya Sunda, Medal Gema menyajikan lawakan dan lagu khas Sunda yang diiringi calung (alat musik dari bambu); serta tarian kreasi Sunda dari grup Rangga Setra.

“Acara ini digelar oleh Dishubkominfo Kota Tasikmalaya dalam rangka peringatan Harhubnas (Hari Perhubungan Nasional) yang jatuh pada tanggal 17 September, Peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang jatuh pada 17 Oktober dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober,” papar Kasi Diseminasi Informasi Publik, Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, Aris Wanrisna.

Ternyata pertunjukan rakyat ini disambut antusias warga peserta CFD, karena menjadi ajang hiburan pelepas penat dan sarana diseminasi / penyebarluasan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta terciptanya sinergi baik antara pemerintah dengan seniman dan masyarakat umum.

Disamping menyuguhkan hiburan karya seni putra daerah juga sebagai wadah pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyampaikan informasi atau sosialisasi. Menjelang pilkada serentak 2017, pada kesempatan pertunjukan rakyat kali ini, KPUD Kota Tasikmalaya yang diwakili Komisioner Hotum Hotimah S.Ag menyampaikan sosialisasi dari mulai waktu pelaksanaan pilkada serentak, tata cara kampanye, sampai dengan pengenalan calon Walikota beserta calon Wakil Walikota Tasikmalaya, dibumbui kuis untuk penonton sebagai bagian sosilisasi yang bersifat menghibur. Selain dari KPU Kota Tasikmalaya, Suparman dari Samsat Kota Tasikmalaya menyampaikan informasi tentang perpajakan kendaraan, diantaranya informasi gratis bea balik nama kendaraan dan pembayaran pajak lewat mesin ATM.

Aris berharap, kehadiran panggung rakyat tersebut selain dalam upaya pelestarian seni budaya daerah yang bersifat menghibur, juga sarana penyampaian informasi program pemerintah yang bisa langsung diserap oleh masyarakat, “Momen car free day dianggap saat yang tepat untuk panggung pertunjukan rakyat,”pungkasnya. (reporter : Juwita Henning Pratiwi)

PASCA SOSIALISASI & PEMBENTUKAN DILANJUT PEMBINAAN KIM

Kelompok Informasi  Masyarakat (KIM) adalah kelompok yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat, secara mandiri dan kreatif mengelola informasi dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan nilai tambah / kesejahteraanya. KIM aktif mengelola dan menyebarkan informasi secara swadaya, sebagai wahana desiminasi informasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pada tahun 2013, KIM di Kota Tasikmalaya dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dishubkominfo di 10 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya yaitu di Kel. Tawangsari (Kec. Tawang); Setiaratu (Cibeureum), Tamanjaya (Tamansari), Cigantang (Mangkubumi), Sukajaya (Purbaratu), Nagarasari (Cipedes), Parakannyasag (Indihiang), Sukamulya (Bungursari), Nagarawangi (Cihideung), Kersamenak (Kawalu).

Pada tahun 2015, dibentuk 10 KIM lagi di 10 kelurahan yaitu di Kel. Empangsari (Tawang), Awipari (Cibeureum), Sumelap (Tamansari), Mangkubumi (Mangkubumi), Sukanagara (Purbaratu), Sukamanah (Cipedes), Indihiang (Indihiang), Sukarindik (Bungursari), Argasari (Cihideung), dan Talagasari (Kawalu). Dengan demikian, sampai dengan tahun 2015 telah terbentuk 20 KIM di 20 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya.

Pada tahun 2016, mulai bulan Maret s.d. September, secara marathon dilakukan sosialisasi dan pembentukan KIM di kelurahan-kelurahan yang belum memiliki KIM. Peserta sosialisasi pembentukan KIM di tiap kelurahan berbeda, biasanya mereka berasal dari para ketua RT / RW, kader posyandu, pengurus LPM, BKM, MUI, aktivis di kelurahan, dll.

Materi sosialisasi adalah pengenalan KIM termasuk dasar hukum keberadaan KIM yaitu Permenkominfo No.17/P./M.KOMINFO/03/2009 tentang Desiminasi Informasi Nasional oleh Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota, Permenkominfo No.08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pengembangan Lembaga Komunikasi Sosial, dan Permenkominfo No.22/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kominfo di Kabupaten/Kota.

Peran KIM itu sendiri diantaranya, mewujudkan masyarakat “melek informasi”; memberdayakan masyarakat agar pandai memilah dan memilih informasi yang bermanfaat dan dibutuhkan; mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antar masyarakat dengan  pemerintah maupun pihak lain; menghubungkan kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya, mewujudkan kebersamaan, persatuan, dan kesatuan.

Sementara fungsi KIM adalah wahana informasi – komunikasi, jembatan bagi anggotanya untuk bertukar informasi; wahana perubahan masyarakat, memberdayakan masyarakat agar memiliki kemampuan memecahkan masalah dengan sumberdaya dan inisiatif sendiri; wahana pemberdayaan ekonomi masyarakat, mendorong masyarakat untuk menggerakkan aktivitas ekonomi produktif melalui pemanfaatan informasi.

Syukur alhamdulillah akhirnya sebanyak 49 KIM di kelurahan-kelurahan tadi dapat dibentuk. Dengan demikian, sampai dengan akhir tahun 2016 seluruh kelurahan di Kota Tasikmalaya yang berjumlah 69 kelurahan telah memiliki KIM.

Pasca dibentuknya KIM, Dishubkominfo tidak tinggal diam, namun melakukan pembinaan, dalam bentuk pemberian materi dengan mengundang narasumber dari SKPD / lembaga terkait. Sebagai ilustrasi,  bertempat di kantor Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, tanggal 27 September 2016 diadakan pembinaan KIM dengan narasumber Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya dengan tema pengenalan keberadaan KIM. Kemudian pada tanggal 11 Oktober 2016 dengan narasumber Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya yang diwakili Sekretarisnya, Drs. Mujadi dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya yang diwakili Komisioner, Hotum Hotimah, S.Ag dengan tema persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Selanjutnya pada tanggal 26 Oktober 2016 dengan narasumber Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya yang diwakili Kabid Industri, Maman Durman dengan tema ekonomi kreatif.

Selama acara berlangsung, pengurus KIM dari kelurahan-kelurahan se-Kota Tasikmalaya secara antusias menyimak materi yang disampaikan dan melakukan dialog dengan narasumber. Diharapkan dengan adanya pembinaan KIM, eksistensi KIM makin berkibar dan kiprahnya makin dirasakan oleh anggota KIM khususnya dan masyarakat pada umumnya. Semoga.

UJI COBA LANUD WIRIADINATA SEBAGAI KADO TERINDAH HUT KOTA TASIKMALAYA

Senin, tanggal 17 Oktober 2016 sekitar pukul 15.30, dilaksanakan uji coba penerbangan pesawat komersial perdana. Pesawat Wings Air dari Lion Group jenis ATR 72-500 dengan nomor registrasi PK-WFO, yang dipiloti Kapten Isana Nur Ardi beserta para awak pesawatnya, mendarat sempurna di di Pangkalan Udara Wiriadinata, Tasikmalaya dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. “Tidak ada kendala, semuanya berjalan lancar dan mulus, sesuai perhitungan,” kata Isana, saat ditemui wartawan di ruang lobi. Uji coba tersebut untuk memastikan dan mengevaluasi lapangan udara; nantinya seluruh kegiatan operasional akan diberlakukan dan ditujukan sebagai bandara komersial atau bandara sipil dan berganti nama menjadi Bandar Udara Wiriadinata.

Pendaratan tersebut disambut H. Budi Budiman, Walikota Tasikmalaya beserta jajaran, Komandan Lanud Wiriadinata dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya. Pada kesempatan itu Walikota mengatakan bahwa penerbangan perdana di Lanud Wiriadinata itu merupakan kado terindah bagi Kota Tasikmalaya yang tengah merayakan hari jadinya yang ke-15.

“Maskapai dari Lion Air Group yakni Wings Air sudah siap, tinggal masalah teknis yang akan dibicarakan. Harapan kami bila bandara ini menjadi bandara sipil / komersil berbanding lurus dengan investasi di Kota Tasikmalaya. Tentu tidak Kota Tasikmalaya saja, wilayah Priangan Timur juga akan lebih mudah. Bayangkan saja kalau ke Jakarta lewat darat memakan waktu enam jam, kalau lewat udara hanya 40 menit ke bandara Halim Perdana Kusumah,” papar Walikota kepada wartawan. “Dengan beroperasinya bandara ini, kita tidak terisolir yang disebabkan transportasi, semua kendala tidak ada lagi, karena Bandara Halim telah memiliki konektivitas tidak hanya skala nasional melainkan internasional,” tambah Walikota. Usai peninjauan kedalam pesawat, Walikota memecahkan kendi bertabur bunga sebagai simbol pembukaan bandara tersebut agar berjalan lancar dan sesuai harapan semua.

Direktur Operasional Wings Air, Redi Irawan menambahkan, sebenarnya Lanud Wiriadinata sudah memadai dijadikan bandara komersial. Dia berharap perizinan bisa diselesaikan secepatnya sehingga segera bisa beroperasi di Lanud Wiriadinata. “Kami sudah berbincang dengan Walikota dan Danlanud, kemungkinan lintasan akan diperpanjang 300 meter, jadi nanti pesawat yang lebih besar dari ini bisa mendarat,” kata Redi. (repoter : Juwita Henning Pratiwi)